Mahasiswa TI Punya Peluang Emas di Industri Game
Selasa, 2 Juni 2020 | 9:20 WIB

SM 30_05_2020 Mahasiswa TI Punya Peluang Emas di Industri Game

Industri game mempunyai peluang pekerjaan yang menjanjikan pada masa depan. Untuk itu, mahasiswa yang mengambil konsentrasi Program Studi (Prodi) Teknik Informatika (TI) Faklutas Ilmu Komputer (FIK) Unika Soegijapranata diminta untuk memiliki gairah dan kemampuan yang mumpuni terutama di bidang pemograman.

Hal ini dikatakan Recruitment and Compensation Benefit Specialist PT Gameloft Indonesia, Ingga Novitasari, seusai memberikan kuliah umum serial kedua Unika Soegijapranata yang digelar secara daring (dalam jaringan) dengan disiarkan langsung di Youtube, Kamis (28/5) kemarin.

Ingga mengangkat tema ‘’The Power of Game Programmer’’ dan dibantu dua orang Programmer Supervisor, yaitu Raditya dan Happy Mahyadi yang turut menjadi pemateri. ‘’Peluang di industri game yang baik untuk masa depan, bisa sebagai pilihan untuk berkarier. Untuk mengambil peluang ini mahasiswa diminta memiliki passion dan skill yang mumpuni, terutama di bidang programming,’’ kata Ingga.

Dia menyebutkan, pada masa pandemi Covid-19 banyak industri terpuruk. Namun berbeda dari industri game,yang justru cenderung naik.

Dia mengatakan, industri game memiliki potensi yang baik untuk lebih berkembang dibanding sebelumnya ”Saya berharap, rekan mahasiswa lebih banyak menggali diri, kira-kira nantinya setelah lulus passion-nya mau diarahkan kemana dan kerja seperti apa. Supaya skill-nya juga betul-betul diasah sesuai dengan bidang yang akan digeluti saat bekerja nantinya. Dengan demikian, betul-betul siap baik passion maupun skill-nya,’’ lanjutnya.

Untuk itu, dalam kuliah umum serial kedua itu, PT Gameloft Indonesia lebih banyak membahas adanya dua jalur yang bisa menjadi pilihan bagi para mahasiswa yang memiliki gairah di bidang pemograman. Hal itu mulai dari pemograman game dan web developer.‘’Di PT Gameloft Indonesia, untuk web developer, ini untuk lebih mendukung tim e-commerce kami. Sementara pemograman game lebih spesifik, merupakan bagian dari tim produksi dalam pengembangan game, baik game structure dan game engine,’’ papar Ingga.

Dia menjelaskan, dalam game structure, pihaknya banyak membahas apa saja yang perlu disiapkan dalam game tersebut. Hal itu mulai dari initialization yakni bagaimana mengenai game loop-nya dan langkah-langkah berikutnya yang sudah disiapkan tim game programming.

‘’Sedangkan game engine lebih membahas tentang pengenalan umum engineyang bisa digunakan untuk membuat game yang ada di luar Gameloft. Sebab, di Gameloft kami mempunyai engine sendiri. Namun bagi para mahasiswa, mereka bisa tetap menggunakan engine yang ada di luar dan jenisnya bermacam-macam, seperti unreal engine, unity engine, cry engine, dan cocos engine,’’ imbuhnya.

Ingga juga menyebutkan, dalam game programming di PT Gameloft Indonesia, ada beberapa langkah persiapan yang harus dilakukan. Pertama harus bisa bahasa pemrograman C++ karena bahasa pemrograman ini yang paling cocok dan sesuai untuk bisa pihaknya gunakan di game engine PT Gameloft Indonesia yang mereka buat sendiri.

‘’Selebihnya ke arah analisa programmingdan juga membuat kualitas coding yang bisa efektif, efisien, serta mudah dipahami oleh banyak programmer dengan latar belakang yang berbedabeda. Baik dari Indonesia maupun dari luar Indonesia. Kemudian untuk alur logika di Gameloft lebih cenderung ke problem solving artinya menemukan jalan keluar sendiri ketika mereka menemukan masalah,’’ tandas Ingga.

 

►Suara Merdeka 30 Mei 2020 hal. 10

Kategori: