Kantor Internasional dan Kerjasama Unika, Pertama Kalinya Selenggarakan Connecting Class
Jumat, 26 Juni 2020 | 12:58 WIB

Sepertinya kondisi normal yang kita harapkan tidak akan terjadi lagi, karena justru karena pandemi covid-19 ini, telah merubah segalanya menjadi baru, seperti mitra baru, kebiasaan baru, tatanan baru dan sebagainya. Termasuk salah satu kebiasaan baru yang dilakukan oleh Kantor Internasional dan Kerjasama Unika Soegijapranata yang pada Kamis lalu (25/6) telah menyelenggarakan kegiatan Connecting Class melalui ruang virtual Unika yang baru pertama kalinya diselenggarakan.

Acara yang rencana akan dilaksanakan secara serial setiap minggu ini, pada Kamis lalu telah berlangsung pertama kalinya melalui ruang virtual Unika, sebagai perwujudan kerjasama antara Kantor Internasional dan Kerjasama Unika dengan Marian International Institute of Management (MIIM), Kerala, India.

Dalam acara connecting class tersebut, turut hadir dan menyaksikan Dr Regi  M Cherian selaku principal dari MIIM, Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Unika Soegijapranata Benny Danang Setianto SH LLM MIL, serta Wakil Rektor I Bidang Akademik Dra Cecilia Titiek Murniati MA PhD. Dan turut hadir pula Kepala Kantor Internasional dan Kerjasama Dr Heny Hartono SS MPd sebagai penyelenggara acara.

Saat ditemui, Benny Danang Setianto selaku Wakil Rektor IV menuturkan adanya peluang yang bisa dikembangkan dalam masa-masa pandemi covid-19 ini, seperti yang dilakukan oleh Kantor Internasional dan Kerjasama dalam kegiatan connecting class.

“Sebenarnya upaya yang terus dilakukan dalam masa pandemi ini ternyata justru memunculkan kreatifitas yang tak terbatas. Artinya, apabila dulu akan menyelenggarakan acara dalam skala internasional, kita harus mengurusi banyak hal, mulai dari penentuan tanggal kegiatan, mengatur segala yang terkait kedatangan tamu yang kita undang dari luar negeri, seperti visa, akomodasi dan sebagainya. Namun justru dalam masa pandemi ini, kita bisa mendapatkan ilmu yang kita harapkan, kita tetap bisa sharing dengan berbagai kalangan yang jauh lebih luas atau secara internasional,”tutur Benny.

Dalam kondisi pandemi ini, kita masih bisa tetap bekerja sama dengan mitra kita dari luar negeri, tanpa harus mendatangkan dengan biaya yang mahal. Ilmunya bisa kita dapatkan, kenyamanannya juga ada, dan kerjasamanya tetap berlanjut, sambungnya.

Dalam penjelasannya Heny Hartono juga menyampaikan latar belakang penyelenggaraan kegiatan  connecting class. “Connecting class ini juga merupakan salah satu realisasi dari MoU antara MIIM dan Unika Soegijapranata yang telah ditandatangani bulan Januari 2020 yang lalu,” jelas Heny.

Melalui connecting class ini, mahasiswa akan merasakan atmosphere belajar yang berbeda sebab mereka dapat belajar bersama kawan-kawan dari negara lain dan mendapat ilmu dari dosen dari universitas luar negeri. Khususnya untuk seri Culture Exchange Talks, Prof Samson Thomas dari  MIIM berbicara tentang fakta-fakta menarik negara India sehingga mahasiswa dapat belajar mengenai budaya  negara lain, imbuhnya.

Kegiatan connecting class ini diikuti oleh sekitar 157 mahasiswa dari kedua negara. Dan harapannya  ke depan, forum ini tidak hanya terbatas pada dua negara saja tetapi bisa dimungkinkan dilakukan bersama lebih dari dua negara, misalnya dengan universitas di Taiwan dan Korea Selatan, tutupnya. (FAS)

Kategori: ,