Bercita-cita Menjadi Engineer Profesional
Jumat, 19 Juni 2020 | 17:02 WIB

Sebagai seorang mahasiswa Teknik Sipil yang disibukkan dengan berbagai tugas kuliah, tidak menjadi penghalang bagi Liong, Andreas Setiawan Budiharjo untuk juga aktif dalam kegiatan organisasi mahasiswa serta tetap berprestasi.

Alumnus SMA Kebon Dalem Semarang ini berhasil menorehkan prestasi sebagai Wisudawan Terbaik periode Maret 2020 dari Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Unika Soegijapranata dengan IPK 3,56.

Meraih gelar sebagai Wisudawan Terbaik tentunya merupakan hal yang tidak pernah Ia sangka sebelumnya, “Tentunya saya senang dan bersyukur dapat menjadi Wisudawan Terbaik, serta ini pencapaian prestasi yang menjadi kebanggaan tersendiri,” jelasnya. “Milikilah target, lakukan yang terbaik, dan jangan putus asa” merupakan salah satu motivasi yang selalu Ia pegang hingga dapat memperoleh gelar lulusan terbaik.

Andreas, begitulah sapaannya, merupakan anak kedua dari dua bersaudara oleh Bapak Iksan Budiharjo Liong dan Ibu Nunuk Wahyuni, yang memiliki cita-cita sebagai seorang Engineer profesional. Ia menceritakan alasannya memilih Unika Soegijapranata sebagai tempat untuknya menimba ilmu. “Saya kuliah di Unika karena terkenal sebagai perguruan tinggi dengan mutunya yang baik dan Saya memilih jurusan Teknik Sipil karena saya menyukai bidang tersebut dan kebetulan Kakak dan sepupu saya juga ada yang berprofesi di bidang yang sama dengan jurusan yang saya ambil namun tidak seprofesi,” kata Andreas.

Dalam tugas akhirnya, Andreas memilih topik yang berjudul “Peningkatan Stabilitas Lereng dengan Soil Nailing Menggunakan Aplikasi PLAXIS (Studi Kasus di Jl. Burangrang Raya, Kel. Jangli, Kec. Tembalang, Kota Semarang)”. Ia menjelaskan alasannya Ia memilih topik tersebut, “Pemilihan topik untuk tugas akhir ini saya pilih karena di Kota Semarang ini banyak pembangunan yang dilakukan pada daerah berlereng sehingga menurut saya perlu dikaji pada stabilitas lereng,” jelas Andreas.

Dalam menyelesaikan tugas akhir, Ia berhasil menyelesaikan selama kurang lebih 8 bulan. Namun, tentunya terdapat beberapa kendala, seperti harus mempelajari program baru dan literatur-literatur yang akan digunakan, serta dalam pemodelan menggunakan PLAXIS beberapa kali harus direvisi sehingga memerlukan waktu dan tenaga lebih untuk menyelesaikan.

Ia menambahkan, “Dalam mempelajari program baru tersebut, saya juga mendapat bimbingan dari ahlinya dalam bidang geoslope sehingga ini menjadi sebuah pengalaman tersendiri bagi saya.” Namun diatas semuanya itu, Ia tetap berjuang untuk memberikan yang terbaik seperti motto hidupnya yang selalu Ia pegang, “Setiap masalah yang kamu hadapi tidak akan melebihi kemampuanmu dan pasti memiliki jalan keluar.”

Mahasiswa yang memiliki hobi bermain badminton ini, juga aktif dalam kegiatan berorganisasi yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEMFT) selama 2 periode yaitu pada periode 2015/2016 yang menjabat sebagai divisi pengembangan UKM dan pada periode 2016/2017 sebagai divisi Inventarisasi. Selain Ia mengasah softskillnya pada kegiatan organisasi, Andreas juga aktif menjadi asisten mahasiswa sejak bulan Agustus 2017 hingga Desember 2019.

Namun, ditengah-tengah sibuknya berorganisasi, Andreas pun tetap dapat menyelesaikan tugas kuliahnya dengan baik, “Saya membagi waktu antara tugas kuliah dan kegiatan lain yakni dengan cara mengerjakan tugas-tugas kuliah sesegera mungkin setiap kali ada waktu, misalnya pada saat jeda waktu kuliah maupun jeda waktu di sela-sela kegiatan,” jelas Andreas.

Tak lupa Ia juga berpesan untuk para adik tingkatnya yang masih berjuang menyelesaikan masa studinya, “Dalam menjalani kuliah harus semangat, berikan yang terbaik, maka hasil yang baik akan mengikuti,” pungkas Andreas.

Kategori: ,