Unika Peduli Menyapa Sampai Manokwari
Minggu, 3 Mei 2020 | 11:33 WIB

Saat ini penularan virus COVID-19 di seluruh Indonesia telah memasuki tahap penularan komunitas, dimana telah terjadi penyebaran penularan yang lebih besar dengan transmisi lokal. Indonesia adalah salaha satu negara yang laju pertumbuhan kasusnya, tergolong sangat cepat dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Lima puluh kasus pertama tercatat hanya dalam waktu 12 hari.

Pada tahap penularan komunitas, pelacakan orang yang menjadi sumber penularan akan lebih rumit. Karena wabah COVID-19 ini meluas dan orang-orang yang sudah terinfeksi di tengah masyarakat sukar diidentifikasi.

Hal ini merupakan fenomena dimana virus Corona yang memasuki tahap yang disebut Gelombang II (second wave). Hal itu ditandai dengan perubahan gambaran klinis antara Gelombang I atau first wave dengan Gelombang II, dimana ada beberapa kasus Gelombang II yang menunjukan gejala tetapi ada juga yang tanpa gejala, tapi positif COVID-19.

Dengan semakin tajam grafik berarti semakin banyak kasus terjadi maka para penderita-pun semakin sulit tertangani dan rumah sakit serta para tenaga medis akan semakin kewalahan dengan jumlah pasien yang membludak apalagi disaat Alat Pelindung Diri (APD) bukan hanya mahal tetapi sulit didapatkan.

APD dirancang untuk jadi penghalang terhadap penetrasi zat partikel bebas, cair, atau udara dan melindungi penggunanya terhadap penyebaran infeksi. Pemakaian APD yang baik jadi penghalang terhadap infeksi yang dihasilkan oleh virus dan harus disesuaikan dengan tempat layanan kesehatan, provesi, dan aktivitas tenaga medis.

Pada Kesempatan ini Universitas Katholik Soegijapranata melalui Satgas Fakultas Kedokteran Unika Soegijapranata Peduli melakukan donasi berupa APD sejumlah 500 baju APD level 3, 200 baju APD level 2, 200 buah face shield, 10 box vitamin, 300 hand sanitizer berukuran 5 liter dengan total 210 juta ke banyak Rumah Sakit, Puskesmas dan para tenaga medis yang tidak hanya di area semarang tetapi juga ke area Indonesia barat yaitu Bandar Lampung bahkan sampai area Indonesia timur yaitu ke Manokwari.

Material APD yang diberikan kepada para mereka di garda terdepan dalam melayani pasien adalah baju coverall dibuat dari serat sintetis dengan pori-pori yang sangat kecil 0,2-0,54 mikron dan sudah dibuktikan dengan hasil pengujian material di laboratorium yang terakreditasi

Dengan semakin meratanya penggunanan APD yang digunakan oleh tenaga kesehatan, semakin patuhnya masyarakat indoneisa dan rasa saling tengang rasa serta semangat gotong royong semua rakyat Indonesia, kita semua yakin Indonesia akan segera terbebas dari pademi Corona ini.

 

Penulis : dr. Indra Adi Susianto, Msi.Med, SpOG (Ketua Satgas FK UNIKA peduli)

Kategori: