Unika Bantu APD Level 3 Untuk RS Diponegoro
Jumat, 29 Mei 2020 | 14:15 WIB

Indonesia telah bersiap menjalani kehidupan “new normal”. Saat ini pola hidup baru yang berdamai dengan pandemi Covid-19, telah menjadi tarik ulur. Berbagai persiapan new normal tengah dilakukan pemerintah meski sejumlah indikator mengatakan Indonesia belum layak memasuki fase tersebut.

Meski demikian pemerintah melalui Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi, telah memberikan aturan normal baru di perkantoran dan industri.

Setidaknya ada tiga poin yang dikeluarkan pemerintah Indonesia sebagai syarat untuk menerapkan new normal yang  merujuk pada persyaratan yang dikeluarkan WHO yaitu (1) Tingkat penularan corona reproductive time (Rt) atau reproduksi efektif di suatu wilayah harus di bawah 1. Ini dihitung selama 14 hari. (2) Kesiapan sistem kesehatan. New normal akan berlaku jika kapasitas dan adaptasi sistem kesehatan di Indonesia sudah mendukung untuk pelayanan COVID-19 yang bukan tidak mungkin akan naik jika Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) dilonggarkan. (3) Jumlah test atau surveillance, yaitu kemampuan pemerintah untuk mengetes corona. PSBB bisa dilonggarkan dan new normal bisa berlaku jika pemerintah bisa memenuhi target mengetes dengan kapasitas 10-12 ribu per hari.

Uji swab saat new normal

Saat ini di semarang telah tersedia Uji spesimen swab corona melalui metode Polymerase Chain Reaction atau PCR salah satunya di Laboratorium Rumah Sakit Diponegoro yang menjadi salah satu dari 8 laboratorium yang ditunjuk untuk uji konfirmasi untuk mendiagnosa Covid-19. Hal ini untuk menunjang target pemerintah Indonesia untuk bisa melakukan 10.000 tes per hari.

Untuk itu para tenaga medis membutuhkan Alat Pelindung Diri level 3 dalam melakukan pemeriksaan. Alat pelindung diri (APD) level 3 hanya boleh dipakai maksimum 4 jam oleh 1 orang pemeriksa, sehingga dibutuhkan sangat banyak APD demi memutus rantai penyebaran virus.

Pada hari kamis 28 Mei 2020, Rektor Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Prof Dr F Ridwan Sanjaya SE SKom MS IEC, melalui Dekan Fakultas Kedokteran Unika dr Indra Adi Susianto Msi Med, SpOG dan Wakil Dekan dr Jonsinar Silalahi Msi Med SpOG, Sekretaris Prodi dr Jessica Christanti MKes dan dr Teguh Prasetya Hery Purnomo SpKGA memberikan 50 APD level 3 yang merupakan APD full coverage terbaik demi terlindungnya petugas kesehatan RS Diponegoro dari paparan virus COVID 19 saat pemeriksaan swab dan menangani pasien di ruang isolasi.

Pemerintah Indonesia telah mempersiapkan tatanan “new normal” dengan melakukan sosialisasi  sesuai anjuran  kemenkes serta menyiapkan fasilitas kesehatan yang lebih komprehensif dalam penanganan COVID-19 ini. Kesadaran pembatasan jarak menggunakan masker, cuci tangan dan dilarang berkumpul berakhir atau berlanjut bukan ditentukan oleh pemerintah, tetapi ditentukan oleh masyarakat sendiri.

Oleh : dr. Indra Adi Susianto. Msi.Med, SpOG (Dekan FK Unika Semarang)

Kategori: ,