Pengamat Sosial: Manusia Karung Muncul akibat Terhimpit Ekonomi
Senin, 18 Mei 2020 | 13:19 WIB

image

Dari segi teori, fenomena ini masuk dalam teori pelaku ekonomi subsisten.

Fenomena ‘manusia karung’ sedang menjadi perbincangan. Di Kota Semarang, kemunculan orang membawa karung sembari mengharap derma, bisa dilihat di pinggir-pinggir jalan protokol.

Pengamat Sosial Unika Soegijapranata Semarang Hermawan Pancasiwi menilai, mayoritas manusia karung ini muncul karena terdampak pandemi Covid-19. Saat ini mereka kehilangan perkerjaan sehingga tak lagi mendapat penghasilan.

“Ini dampak dari Covid-19, mereka sepertinya sudah putus asa betul bagaimana harus menghidupi diri sendiri dan keluarganya. Karena rata-rata mereka sebelumnya memiliki pekerjaan,” ujar Hermawan, Minggu (17/5/2020).

Menurutnya, keberadaan manusia karung ini bukan dari golongan pengemis karena terhitung mendadak dan membludak. Banyaknya masyarakat yang terkena PHK ataupun ekonomi terhimpit memaksa harus melakukan ini.

“Ini bukan yang dulu sebagai pengemis, tapi kalau kita teliti mereka pernah punya penghasilan,” imbuhnya.
Dari segi teori, fenomena ini masuk dalam teori pelaku ekonomi subsisten, yaitu ekonomi dari tangan ke mulut yang harian. Artinya, orang bisa hidup karena bekerja, tidak memiliki saving, tabungan dan sebagainya.
“Ini yang terjadi di banyak orang di Indonesia. Kalau tidak bekerja mereka tidak makan. Sekarang keadaan pekerjaan sulit banget padahal mereka harus makan sementara tidak punya tabungan,” tambahnya.

Dia memprediksi, manusia karung akan hilang dengan sendirinya seiring dengan stabilnya ekonomi. “Solusinya sekarang harus menggerakkan perekonomian itu kembali. Berdamai dengan corona untuk mensiasati bahwa ekonomi harus terus bergeliat,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan, terdapat sekelompok ‘manusia karung’ yang mangkal di Jalan Pahlawan Kota Semarang, tepatnya di depan kantor Gubernur Jateng.

Sekilas mereka mirip pemulung dengan mengenakan peralatan untuk membawa rosok. Namun, orang-orang tersebut lebih banyak duduk daripada beraktivitas mencari barang bekas. Keadaan seperti ini lebih kentara saat sore hari.

https://jatengtoday.com/pengamat-sosial-manusia-karung-muncul-akibat-terhimpit-ekonomi-47058

berita serupa:

https://semarang.kompas.com/read/2020/05/18/09144031/manusia-karung-marak-di-semarang-siapa-mereka

Kategori: