Minimalisir Dampak Covid-19, LPPM Unika Adakan Diskusi Berseri
Senin, 18 Mei 2020 | 13:12 WIB

image

Sebagai salah satu upaya pencegahan dan menekan penyebaran Covid-19, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unika Soegijapranata menggelar rangkaian diskusi berseri secara mingguan lewat daring atau online tiap hari Kamis dimulai Kamis (14/5/2020).

Diskusi pertama dengan label ‘Di Rumah Unika’ (Diskusi Rutin Bersama Hadapi Covid-19 oleh Unika) nenampilkan nara sumber dari Fakultas Psikologi Unika (Augustina Sulastri SPsi  PhD Psikolog dan Kuriake Kharismawan SPsi MSi Psikolog) dimoderatori oleh Christa Vidia Rana Abimanyu SPsi MPsi Psikolog. Mereka menyampaikan materi yang berhubungan dengan pandemi covid 19 tetapi dengan topik yang berbeda.

Kepala LPPM Unika Soegijapranata Dr Berta Bekti Retnawati menyatakan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung secara global ini memberikan dampak di semua aspek kehidupan masyarakat dan bangsa. Dinamika yang ditimbulkan membutuhkan berbagai pemikiran dan kajian untuk bisa mengatasi dan meminimalisir dampak negatif yang muncul dengan melakukan edukasi, sosialisasi dan mitigasi akibat pandemi ini.

Augustina Sulastri PhD pada diskusi memaparkan tentang Edukasi Psikososial Pada Masa Pandemi Berbasis Kognitif-Behavioral dan Komunitas. Menurutnya, psikososial menolong kita untuk berpikir bagaimana kita menganalisis inner world (individual psychology, world view, beliefs) dari masyarakat Indonesia tapi sekaligus edukasi psikososial dari pemerintah. Dan pemerintah Indonesia dapat mulai merancang komunikasi antisipatif sebagai bentuk edukasi psikososial untuk persiapan memasuki “the new normal”pada masyarakat Indonesia apabila berharap pada bulan Juli 2020 sudah normal kembali.

Sedang Kuriake Kharismawan SPsi MSi Psikolog dalam sesi itu menegaskan adanya pandemi covid-19 telah berdampak mengubah banyak hal mulai dari masyarakat atau komunitas hingga individu, salah satunya adalah munculnya gejala stres yang ditandai dengan beberapa. Untuk stres fisik cirinya melemahnya sistem imune dan perubahan gaya hidup di antaranya munculnya sariawan, naiknya asam lambung, rambut rontok, migrain, asma , dan eksim.

Sedang stres psikis yang ditandai perasaan mudah marah, sensitif, sedih berlebihan, mimpi buruk, pesimis dan moody. Kemudian stres perilaku ditandai antara lain dengan kondisi pelupa, bingung, sulit konsentrasi, susah tidur, panik, cemas, dan makan terlalu banyak/sedikit.

https://www.krjogja.com/berita-lokal/jateng/semarang/minimalisir-dampak-covid-19-lppm-unika-adakan-diskusi-berseri/

Kategori: