Diskusi Serial ke-2 LPPM Unika, Bahas Inovasi Penanggulangan Covid-19 Dan Dampaknya Pada Transportasi Di Era New Normal
Sabtu, 30 Mei 2020 | 20:20 WIB

 

Diskusi serial yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unika Soegijapranata atau sering disebut dengan istilah ‘Di Rumah Unika’ (Diskusi Rutin Bersama Hadapi Covid-19 oleh Unika), kali ini merupakan diskusi serial ke-2 yang pokok bahasannya masih sekitar Covid-19 tetapi disoroti oleh dua narasumber dari Fakultas Teknik Unika Soegijapranata yang memiliki kepakaran di bidangnya.

Para narasumber itu ialah Dr Leonardus Heru Pratomo dengan topik “Ide Kreatif Perangi Covid-19”, dan Djoko Setijowarno MT yang membahas topik “Imbas Virus Corona Pada Transportasi”.

Acara diskusi yang diselenggarakan secara online ini dipandu pula oleh moderator dari dosen Fakultas Teknik Unika Soegijapranata yaitu Dr Maria Wahyuni, yang akan mengawal dua topik bahasan yang dirasakan tidak asing lagi oleh seluruh masyarakat Indonesia. Seperti halnya yang disampaikan oleh Dr Leonardus dalam paparan materinya yang mengulas ide kreatif dalam memerangi covid-19.

“Kurva pandemi covid-19 di Indonesia masih misterius, artinya grafiknya masih naik dan turun belum jelas sampai kapan akan mereda. Ditambah dengan peristiwa mudik yang tentu saja membawa dampak yang signifikan pada kondisi pandemi covid-19 di Indonesia,” urai Dr Leonardus mengawali paparannya.

Kemudian untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah sudah menerapkan aturan dan himbauan melalui jajaran kementerian, salah satunya pada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang menghimbau para siswa dan mahasiswa untuk belajar dari rumah secara online.

Dengan belajar secara online, ternyata belum semua institusi pendidikan siap berpindah dari belajar tatap muka ke pembelajaran online. Namun ada juga yang memang jauh-jauh hari sebelum covid-19 ini mewabah sudah melakukan pembelajaran online, sehingga tidak banyak mengalami kesulitan tatkala ada anjuran untuk belajar dari rumah oleh pemerintah, seperti halnya yang dilakukan Unika Soegijapranata.

Bagi Unika Soegijapranata pembelajaran online bukan hal baru, bahkan dengan kondisi perkuliahan daring ini, banyak muncul ide-ide kreatif mahasiswa Unika sehingga bisa ikut berkontribusi dalam penanggulangan pandemi covid-19, meskipun masih berupa simulasi dan hardware.

Luaran ide kreatifitas itu antara lain berupa prototype sistem penyemprotan disinfektan menggunakan mobile remote dan drone untuk di area ketinggian, otomatisasi sistem pencucian tangan, otomatisasi sistem hand sanitizer, sistem pendeteksi suhu tubuh berbasis thermo infrared, sistem deteksi diri jarak jauh, serta sistem pengurangan virus dan bakteri dengan menggunakan UV, ujar Dr Leonardus.

“Hal lain yang menjadi perhatian adalah kita bersiap memasuki masa new normal, dalam kondisi ini mau tidak mau harus hidup berdampingan dengan covid-19, dan pertanyaan yang paling ujung adalah virus ini akan selalu ada dan sulit dimusnahkan, sehingga kita wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” terangnya.

Dari materi paparan Djoko Setijowarno juga mengungkap adanya peran transportasi dalam penyebaran covid-19 jika tidak dilakukan penanganan secara benar.

Upaya yang dilakukan, diantaranya dengan munculnya regulasi pemerintah untuk menghalau covid-19, baik regulasi tingkat pusat maupun daerah.

“Meskipun dilakukan pengetatan aturan namun berdasarkan data yang saya miliki ada hampir sekitar satu juta orang yang memasuki Jawa Tengah sejak tanggal 26 Maret 2020,” jelas Djoko.

Dibanding tahun lalu, pengguna jalan tol di Indonesia juga mengalami penurunan sebanyak 66 %. Namun untuk arus transportasi logistik masih dalam taraf normal, meskipun pengawasan kelebihan muatan kendaraan sulit dikontrol karena ditutupnya jembatan timbang terutama di seluruh Jawa, lanjutnya.

Dalam hal new kewajaran atau kebiasaan baru yang diperkirakan muncul adalah adanya dua jenis kategori transportasi yang akan di pilih oleh masyarakat. Untuk masyarakat negara maju cenderung memilih jalan kaki atau naik sepeda untuk jarak-jarak pendek, sedangkan untuk Indonesia belum bergeser dari pemakaian kendaraan bermotor roda dua untuk jarak pendek. Sedangkan pilihan lainnya tetap menggunakan transportasi umum namun ada kecenderungan banyak menggunakan kendaraan pribadi untuk mengurangi kerumunan.

Pemerintah juga sudah memberikan subsidi untuk jenis transportasi umum yang berbadan hukum, dan masih perlunya mendorong masyarakat untuk kembali menggunakan transportasi umum sebagai pilihan pasca covid-19. Terlebih perlu dipikirkan inovasi bus higienis yang bisa dimodifikasi dengan sistem pendeteksi suhu tubuh dengan thermo infrared, juga dengan sistem pengurangan virus dan bakteri menggunakan UV di dalam bus seperti yang dipaparkan oleh Dr Leonardus, ucapnya.

Sedangkan alternatif roda dua sebaiknya bergeser ke roda tiga karena lebih sehat, andaipun harus pakai roda dua disarankan menggunakan helm sendiri. Ada pula penerapan physical distancing di berbagai moda transportasi umum diantaranya bus, kereta dan transportasi umum lainnya. (FAS)

Kategori: ,