Unika Soegijapranata Bagikan 850 Masker ke Masyarakat
Selasa, 24 Maret 2020 | 10:02 WIB

SM 24_03_2020 Unika Soegijapranata Bagikan 850 Masker ke Masyarakat Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata memproduksi 850 masker di tahap awal untuk dibagikan kepada masyarakat yang memiliki profesi yang mengharuskan turun ke lapangan di tengah kondisi penyebaran virus korona atau Covid-19, pada Senin (23/3).

Dekan Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata, Dr Margaretha Sih Setija Utami MKes mengatakan masker itu disalurkan kepada tenaga kesehatan, wartawan, para karyawan serta dosen Unika Soegijapranata yang masih bertugas, dan beberapa elemen masyarakat seperti satpam, cleaning service, sopir angkot, hingga penyapu jalan.

Dikatakan, masker ini diproduksi oleh penjahit di Kota Semarang dengan menggunakan bahan kain perca dan kain kaus. Bahan itu dipilih agar masker bisa dicuci. Sebab jika yang dibagikan masker sekali pakai akan berakibat pada penambahan jumlah sampah.

“Says berharap semakin banyak masyarakat yang memakai masker. Saat ini, belum semua masyarakat memakai masker. Sehingga tidak diketahui siapa yang sudah terinfeksi dan siapa yang membawa virus tersebut, meski tidak terinfeksi. Hal in penting agar setiap orang tidak mengeluarkan cairan yang bisa mengenai orang lain saat berbicara ataupun batuk," kata perempuan yang akrab disapa Cicih itu.

Ia berharap, inisiasi kepedulian sosial membuat orang-orang juga mulai tergerak. Sehingga bisa bersama-sama menghadapi penularan virus korona. Tidak hanya menunggu dan penuh ketakutan karena terpapar kabar yang belum jelas kebenarannya.

"Jangan berhenti pada rasa takut dan bingung. Masing-masing dari lUta bisa menyumbangkan sesuatu. Selain itu kami harap masyarakat juga tidak menimbun masker yang ada di pasaran. Sebab banyak tenaga medis yang membutuhkan," tambah Cicih.

Selain itu, menghadapi penyebaran virus korona, pihaknya juga membuka konseling online tentang permasalahan psikis terkait penyebaran virus yang kini menjadi wabah global tersebut. Cicih menyebut banyak masyarakat yang bingung mengenai virus korona sehingga berakibat pada gangguan tidak hanya masalah fisik tetapi juga psikis.

"Menghadapi penyebaran virus korona, diperlukan fisik dan psikis yang selalu fit. Sebab virus tersebut menyerang tubuh yang Jaya tahannya lemah," tandfisnya.

►Suara Merdeka 24 Maret 2020 hal. 16

Kategori: