Unika Ciptakan Robot Penyemprot Desinfektan
Kamis, 26 Maret 2020 | 9:12 WIB

KR 23_03_2020 Unika Ciptakan Robot Penyemprot Desinfektan

Keprihatinan akan penyebaran cepat wabah penyakit Covid-19 di mana-mana, memunculkan ide kreatif sejumlah mahasiswa semester VIII Teknik Elektro Unika Soegijapranata Semarang (Franciska Amalia Kurnianingsih dan Oei Javon Aldo Wijaya) yang berhasilmemodifikasi prototype robot penyemprot desinfektan Covid-19.

Ketua Program Studi Teknik Elektro Dr. Leonardus Heru Pratomo ST MT kepada pers Minggu (22/3) menyatakan berbekal ilmu yang mereka dalami selama kuliah mereka berdua berusaha membuat prototype robot ini. Dr Leonardus Heru Pratomo ST MT dan Rektor Unika Soegijapranata Semarang Prof Dr Ridwan Sanjaya SE SKom MS-IEC menyampaikan apresiasi tinggi pada kedua mahasiswanya. Rencana pengembangan ke depan, robot akan dilengkapi kamera untuk menjangkau daerah yang tidak boleh dimasuki operator, dan untuk bangunan tinggi akan dikembangkan menggunakan drone.

“Di laboratorium prodi Teknik Elektro memang sudah tersedia lengkap segala piranti yang diperlukan bagi mahasiswa untuk melakukan ekperimen terkait pengaplikasian ilmunya. Jadi ketika ada mahasiswa yang meminta izin untuk mendesain robot penyemprot desinfektan tentu kami izinkan. jadi ide mendesain robot tersebut murni dari mahasiswa itu sendiri,” terang Dr Leonardus.

Salah satu mahasiswa pendesain robot, Fraciska Amalia Kurnianingsih menjelaskan proses awal robot penyemprot desinfektan ini. Menurutnya sebetulnya tujuan awal mendesain robot untuk lomba Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI). Namun karena wabah Covid-19 maka pelaksanaan lomba ditunda. Robot tersebut sebetulnya akan digunakan untuk penyemprotan desinfektan pertanian, namun seiring dengan keprihatinan dan kebutuhan pencegahan pandemi Covid-19 maka robot tersebut difungsikan untuk penyemprotan desinfektan Covid-19.

“Kami berdua membutuhkan waktu2 hari untuk menciptakan prototype robot penyemprot desinfektan ini. Dan tidak menutup kemungkinan apabila robot ini dibutuhkan bisa didesain yang lebih besar sesuai kebutuhan. Untuk sementara ini kami menciptakan prototype kecil sehingga cairan desinfektan yang dibawa hanya 1,5 liter dan daya jangkau remote controlnya terbatas 10 smpai 15 meter saja. Dengan menggunakan robot yang ada penyemprotan tidak perlu dilakukan oleh manusia supaya tidak terpapar virus Covid-19,” ujar Franciska Amalia.

►Kedaulatan Rakyat 23 Maret 2020

Kategori: