Respon Himbauan Gubernur Jateng, Unika Selenggarakan Online Courses
Senin, 16 Maret 2020 | 14:53 WIB

Rektor Unika Soegijapranata (tengah) tampak memberikan instruksi langsung di ruang Hotline Helpdesk gedung Mikael lantai 3

Menindaklanjuti protokol yang kemarin Minggu (15/3) sudah dikeluarkan oleh Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC selaku Rektor Unika Soegijapranata, yang bertujuan untuk pencegahan dan meminimalisir penyebaran virus CoVid 19 di kampus Unika Soegijapranata, maka proses pembelajaran di Unika selama 14 hari ke depan dimulai hari Senin (16/3), dilakukan di rumah dengan menggunakan online courses yang dipantau secara bersama antara Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) bekerja sama dengan Manajemen Sistem Informasi (MSI) dan Perpustakaan Unika Soegijapranata, dari Hotline Helpdesk yang dipusatkan di Ruang Hijau, gedung Mikael lantai 3, Unika Soegijapranata.

Dalam penjelasannya Wakil Rektor I Bidang Akademik Dra Cecilia Titiek Murniati MA PhD saat dikonfirmasi menyatakan bahwa Unika Soegijapranata siap dengan pelaksanaan kuliah online bahkan sebelum kejadian luar biasa ini terjadi. Sejak tahun 2012, Learning Management System dengan program Moodle sudah digunakan. Pada akhir tahun 2017, kegiatan Hybrid learning diperkaya dengan berbagai macam sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan oleh LP3. Karena itu penggunaan online course lewat cyber.unika.ac.id di akan menjadi opsi yang sangat tepat bagi situasi dan kondisi saat ini.

Terlebih dalam kondisi darurat saat ini yaitu dengan adanya pemberitahuan dari Bapak Gubernur Jawa Tengah yang meminta supaya kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah saja, maka Unika Soegijapranata merespon himbauan Bapak Gubernur tersebut dengan kebijakan kuliah online melalui cyber selama 14 hari ke depan atau menunggu pengumuman lebih lanjut. Sistem Hybrid Learning di Unika sudah diperkuat dengan kebijakan penjaminan mutu sehingga kegiatan belajar mengajar terjamin dengan baik, ungkap Cecilia.

Online courses itu bukan hanya menyampaikan materi yang dilakukan lewat email atau sosial media saja, tetapi juga harus ada pembelajaran seperti misalnya diskusi atau kuis. Jadi materi diberikan dan kita juga harus memantau apakah kompetensi mahasiswa tercapai,” terang Cecilia.

“Di samping itu kebijakan Unika tentang PJJ (Pendidikan Jarak Jauh) itu harus dilakukan saat jam kuliah. Jadi para mahasiswa tetap belajar sesuai dengan jam yang diberikan, karena di situlah intinya penjaminan mutu. Dosen memang harus memberikan materi dan memastikan mahasiswanya belajar pada waktu yang telah ditentukan,” tegasnya.

Sedang Kepala LP3 Unika Soegijapranata Eny Trimeiningrum SE MSi lebih menjelaskan secara teknis mengenai penggunaan online courses di Unika selama 14 hari ke depan.

“Proses pembelajaran menggunakan laman yang sudah lama dilakukan di Unika Soegijapranata yaitu cyber.unika.ac.id  Kita menggunakan laman itu untuk penjaminan mutu, karena meskipun proses pembelajaran dilakukan secara online tapi tetap bisa dipantau oleh tim yang terdiri dari LP3, MSI dan Perpustakaan. Jadi jika menggunakan cyber itu bisa kita pantau,” papar Eny.

Sehingga harapannya proses pembelajaran tetap berlangsung secara online tetapi proses penjaminan mutunya tetap terjaga, karena kita sebagai sebuah lembaga pendidikan harus mempertanggungjawabkan penjaminan mutu untuk proses pembelajaran walau online ke stakeholder,  lanjutnya.

Kita juga sudah menyediakan lib.unika.ac.id untuk panduan manual proses pembelajaran cyber bagi mahasiswa, dan juga panduan manual bagi para dosen untuk pembelajaran tentang cyber.  Sedang untuk proses pembimbingan skripsi mahasiswa kita menggunakan laman Delta (Dokumentasi Elektronik Tugas Akhir) yang bisa diakses di salah satu menu sintak.unika.ac.id.

Apabila ada permasalahan teknis terkait online learning ini, kita menyediakan Hotline Helpdesk di 024-8441555, 024-8500223 pesawat 1420 atau melalui WAG LP3, tandasnya. (fas)

Kategori: ,