Fakultas Psikologi Unika Beri Masker ke Tribun Jateng, Dekan : Bisa Mengurangi Percikan Droplet
Selasa, 24 Maret 2020 | 9:32 WIB

image

Fakultas Psikologi Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata memberikan bantuan masker kepada Tribun Jateng.

Bantuan masker itu diserahkan langsung oleh dekan, Sih Setija Utami didampingi Humas Unika Yuwono Agus kepada Tribun Jateng di Gedung Antonius Lantai 3 Kampus Unika Jalan Pawiyatan Luhur VI Nomor 1 Semarang, Senin (23/3/2020) pagi.

Masker yang diberikan berupa masker dengan bahan kain perca.

Masker tersebut diperoleh dari berbagai penjahit kecil di sekitar Semarang.

Dengan hal itu Unika, dalam hal ini Fakultas Psikologi bisa membantu memberi keuntungan kepada penjahit kecil.

Masker tersebut diberi nama Masker Sehat.

Hal itu karena masker yang diproduksi diperuntukkan untuk orang yang sehat dan bukan dipakai para dokter yang ada di rumah sakit.

Dia berharap adanya produksi masker dari para penjahit ini, bisa membantu pihak-pihak yang membutuhkan.

“Kalau dengan masker kain harapannya minimal setiap orang punya dua.

Satu dipakai, satu lagi dicuci.

Masker kain ini juga harapannya bisa menggerakkan kehidupan saudara-saudara kita yang mungkin selama ini bisa menjahit, namun kurang mendapat perhatian.

Sehingga para penjahit yang sederhana dan kecil agar bisa memperoleh pendapatan tambahan,” tutur wanita yang akrab disapa Cicih itu.

Cicih mengungkapkan untuk masker tersrbut bukan masker yang ideal dan bisa membunuh kuman dan sebagainya.

Bagi dia, masker itu minimal bisa mengurangi percikan droplet atau ludah supaya tidak saling menular.

“Harapan kami Tribun Jateng nanti bisa menggerakkan masyarakat supaya tidak berbondong-bondong membeli masker dengan kualitas yang sangat tinggi dan dengan antrean yang sangat panjang atau kalau mau beli bahkan tidak ada,” harapnya.

Dia mengungkapkan, keadaan itu mempunyai dampak, banyak orang memilih untuk tidak memakai masker. Bagi dia, hal itu lebih berbahaya.

“Maka, mending memakai masker kain sederhana untuk mengurangi percikan droplet supaya tidak saling menularkan kalau ada virus flu atau virus yang lainnya atau syukur kebersihan bisa dijaga,” harapnya.

“Masker ini yang saya pakai adalah masker kain.

Harapannya adalah bisa dicuci, karena masker yang bukan kain sekali pakai, nanti banyak sampah dan kemudian orang sering itu kalau gak bisa dicuci dieman-eman, padahal kalaus sering dipakai berhari-hari kan ya kotor,” ungkapnya.

Saling Bantu

Harapan Cicih, dengan menggerakkan semua orang. Masing-masing akan merasa saling membantu, karena kalau hanya berharap pada produk-produk perusahaan besar yang menghasilkan masker, nanti yang untung perusahaan-perusahaan besar saja.

“Kalau seperti ini kan para tenaga kerja penjahit juga senang dan kita juga bisa menjangkau harga.

Jadi, harapan kami pembaca Tribun Jateng termotivasi untuk jangan takut memakai masker dengan kualitas yang bukan masker mahal dengan kualitas tinggi,” tuturnya.

https://jateng.tribunnews.com/2020/03/23/fakultas-psikologi-unika-beri-masker-ke-tribun-jateng-dekan-bisa-mengurangi-percikan-droplet?page=all.

Kategori: