Fakultas Psikologi Unika Bagikan Masker COVID 19
Senin, 23 Maret 2020 | 13:14 WIB

Penyerahan masker COVID 19 oleh Dekan Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata Dr M Sih Setija Utami MKes (sebelah kanan) kepada salah satu wartawan media.

Ada hal yang menarik saat kami berbincang dengan Dekan Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata Dr M Sih Setija Utami MKes bersama salah satu wartawan media yang menjadi rekanan Unika Soegijapranata, saat menerima pembagian masker oleh Fakultas Psikologi Unika, pada Senin (23/3) di lantai 3 gedung Antonius.

Dalam perbincangan tersebut, rekan wartawan tersebut mengungkapkan kegelisahannya terkait wabah COVID 19 yang sudah hampir satu bulan melanda kota Semarang. Disamping jenuh dan khawatir juga ada rasa kesedihan akibat berbagai hal yang menyelimuti wabah COVID 19.

Menanggapi kondisi demikian, Dr M Sih Setija Utami atau yang lebih akrab disapa Bu Cicih, mencoba memberikan beberapa saran untuk mengantisipasinya yaitu dengan melihat sisi positif dari dampak wabah COVID 19 tersebut, misalnya kualitas perjumpaan antar anggota keluarga yang semakin meningkat karena imbauan social distancing sehingga diimbau untuk tinggal di rumah saja.

Sisi positif lainnya adalah tumbuhnya nilai-nilai kepedulian sosial dalam keluarga sebagai bagian dari anggota masyarakat sehingga semakin menguatkan bela rasa dengan sesama, terutama yang membutuhkan bantuan akibat COVID 19.

“Apa yang saya sampaikan adalah sebagian nilai positif dari munculnya wabah COVID 19 ini. Hal tersebut perlu disadari, untuk mengurangi stres yang kemungkinan muncul akibat meluasnya virus COVID 19,” jelas Bu Cicih.

Dan Fakultas Psikologi juga sudah melakukan beberapa kegiatan terkait COVID 19. Ketiga kegiatan tersebut adalah (pertama) konsultasi menyangkut perilaku sehat maupun yang berkaitan dengan psikologis yang ditangani oleh tim yang dikoordinir oleh Kuriake Kharismawan SPsi MSi Psikolog, salah satu dosen Psikologi Unika.

(Kedua) Pembagian hand sanitizer yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu dan akan terus kita coba bagikan lagi apabila sudah tersedia kembali, sebab bahan baku pembuatan hand sanitizer juga semakin langka.

(Ketiga) Pembagian masker COVID 19 seperti yang kita lakukan sekarang ini.

“Masker yang kita bagikan ini adalah masker dari kain, harapannya dengan masker kain ini dapat dicuci ulang, sehingga tetap higienis dan tidak menimbulkan sampah, “ lanjutnya.

Masker kain ini juga menggerakkan kehidupan saudara-saudara kita yang bisa menjahit tapi kurang mendapat perhatian, meskipun tidak terlalu ideal, tapi paling tidak dapat digunakan untuk mengurangi atau mengantisipasi droplet supaya kita terhindar dari COVID 19, pungkasnya. (fas)

Kategori: ,