Cegah Virus Covid-19, Ftp Unika Bentuk Tim Pencegahan Covid-19
Rabu, 11 Maret 2020 | 11:21 WIB

Perwakilan Hand Sanitizer Team

Dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV) atau yang sering disebut dengan COVID-19, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Unika Soegijapranata membentuk Tim Pencegahan COVID-19 (COVID-19 Prevention Team) yang beranggotakan 52 mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa S1 dan S2 jurusan Teknologi Pangan serta Nutrisi & Teknologi Kuliner dengan 2 Dosen volunteer sejak 2 Maret 2020 pagi hari, sebelum Bapak Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa ada 2 orang warga Indonesia yang terinfeksi COVID-19.

Tim ini merupakan perwakilan mahasiswa dari setiap angkatan, mulai dari angkatan paling bawah 2019 hingga angkatan atas 2015. “Terbentuknya Tim dengan anggota sejumlah 52 orang volunteer mahasiswa FTP merupakan hal yang luar biasa dan patut diapresiasi karena ini adalah pekerjaan untuk kemanusiaan,” ungkap Dea Nathania Hendryanti STP MS selaku Dosen Pembina dari Tim COVID-19.

Dea Nathania, selaku Dosen FTP menjelaskan latar belakang dibentuknya tim ini, “Coronavirus (COVID-19) ini bukan lagi masalah nasional saja melainkan sudah menjadi masalah di seluruh dunia, sehingga kita dari kalangan akademisi perlu adanya gerakan kemanusiaan untuk bersama-sama  menghadapi COVID-19 bukan dengan ketakutan, tetapi saling membantu,” paparnya.

Tim Pencegahan COVID-19 ini dibentuk sebagai aksi solidaritas yang akan bergerak untuk memberikan informasi yang tepat kepada civitas akademika Unika serta masyarakat luas, sehingga harapannya kepanikan dari masyarakat seperti bulk buying dan panic buying bisa diredam.

Yang perlu diketahui, dalam tim ini terdiri dari 4 divisi, yakni devisi pertama, update information team yang bertugas meng-update data-data dan kondisi terkini dari COVID-19. Devisi kedua, preventive action team yang bertugas mengulas dari segi personal hygiene yang dapat menurunkan resiko penularan COVID-19, tim ini juga akan mengulas dari segi makanan yakni mikronutrien yang dapat meningkatkan sistem imun beserta resep makanan dan minuman. Devisi ketiga adalah misleading information team yang bertugas untuk menyalurkan informasi dari badan terpecaya seperti WHO dan CDC, serta mensortir berita-berita hoax yang seringkali membuat masyarakat tidak tahu apa yang harus dilakukan. Devisi keempat adalah hand sanitizer team, yang bertugas untuk membuat hand sanitizer sesuai standar yang ditetapkan WHO (World Health Organization).

Hand Sanitizer

Lebih lanjut, Dea menjelaskan pula alasannya membuat hand sanitizer ini, “Ketika institusi ikut membeli hand sanitizer maka kita melakukan bulk buying untuk menyediakan bagi seluruh civitas akademika. Sehingga bila semua institusi membeli hand sanitizer dalam jumlah besar (bulk buying) maka ketersediaan di pasar semakin menurun dan semakin memperburuk kondisi di pasar. Oleh karena itu, kita buat hand sanitizer untuk keperluan internal institusi Unika saja,” jelas Dea.

Hand sanitizer ini tidak dijual umum karena tidak memiliki ijin edar, hanya untuk keperluan institusi Unika saja. Setiap Fakultas atau Program Studi di Unika Soegijapranata bisa memesan dengan biaya yang dibebankan hanya untuk ganti reagen saja. Namun, juga tidak bisa menyediakan dengan jumlah unlimited karena melihat dari load kerja tim yang merupakan mahasiswa yang sedang menjalani kuliah serta menjaga kontinuitas produksi per bulannya. “Kita disini hadir untuk saling tolong menolong, meningkatkan self awareness, serta memberikan informasi yang valid kepada masyarakat agar masyarakat juga bisa memahami kondisi dan memberikan respon secara tepat. Jika nanti suatu ketika instansi lain di luar Unika membutuhkan tim ini untuk workshop membuat hand sanitizer sendiri, kita pasti akan membantu,” tambah Dea.

Selenggarakan Kuliah Umum

Salah satu langkah untuk meningkatkan self awareness terhadap COVID-19 ini, maka akan diselenggarakan Kuliah Umum “The COVID-19 Outbreak from Nutrition and Medical Perspectives” pada hari Jumat, 13 Maret 2020. Yang akan mendatangkan konsultan Respirologi, Prof dr M Sidhartani Zain SpAK MSc yang ahli dibagian penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) dan mengundang 2 Nutrisionis yakni Dea Nathania Hendryanti STP MS dan Meiliana SGz MS. Kuliah umum ini tidak terkhusus untuk mahasiswa FTP saja tetapi mengundang seluruh civitas akademika Unika baik mahasiswa, Dosen dan Tendik, serta terbuka untuk umum.

Harapannya dari gerakan ini nantinya dapat membantu Pemerintah untuk sama-sama mencari cara yang sederhana dahulu tetapi memiliki dampak besar dan dari Tim ini berharap nantinya juga bisa memberikan hand sanitizer gratis untuk orang-orang yang kurang mampu. “Untuk generasi muda, Ayo kita bersama-sama melakukan aksi, karena jika kita mengerti tetapi tidak melakukan aksi sama saja bohong. Jadi saya ingin mengajak semua mahasiswa di Indonesia, ayo sama-sama kita turun tangan memberikan aksi berdasarkan sumber referensi yang benar untuk bersama kita jaga Indonesia,” ajak Dea.

“Kepada masyarakat Indonesia yang sedang terinfeksi COVID-19, percayalah banyak orang dibelakang kalian untuk men-support kalian, Pemerintah dan para Ahli saat ini juga sedang berusaha semaksimal yang bisa dilakukan, dan semoga segera pulih dari coronavirus ini. Dan saya himbau kepada semua masyarakat, STOP sebarkan Hoax, STOP Bullying, kita ada untuk membantu mereka yang sakit, STOP bulk buying, STOP panic buying kita hadapi ini dengan informasi yang jelas yang dapat diakses pada situs resmi Kementrian Kesehatan, WHO, UNICEF, dan CDC (Centers for Disease Control and Prevention),” pungkas Dea. (Tata)

Kategori: ,