Aktivis Perempuan Diajak Lestarikan Lingkungan Lewat Pelatihan Ecoprint
Kamis, 5 Maret 2020 | 8:26 WIB

image

Sebanyak 20 aktivis perempuan dari berbagai organisasi di Jawa Tengah mengikuti pelatihan ecoprint yang diselenggarakan Pusat Studi Wanita (PSW) Unika Soegijapranata dengan menggandeng Gabungan Organisasi Wanita (GOW), CSR Hoka Hoka Bento dan Batik Warna Alam Si Putri di Hoka Hoka Bento Majapahit Semarang, Selasa (3/3).

Ketua PSW Unika, Dr Rustina Untari mengatakan pelatihan ecoprint ini menjadi kegiatan strategis dalam menyikapi isu lingkungan terkait limbah tekstil dan plastik yang saat ini membuat Indonesia menajdi penyumbang sampah terbesar kedua di dunia. Di kegiatan yang juga dihadiri Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unika Soegijapranata, Dr Berta Bekti Retnawati ini diselenggarakan dengan tujuan membuat perempuan menjadi inlklusif dengan melibatkan mereka untuk peduli lingkungan.

”Perempuan punya peran besar mulai dari mengambil keputusan di rumah tangga hingga menyebarluaskan apa yang mereka dapat ke sekitar. Kami ambil titik isu lingkungan dengan pelatihan  ecoprint   karena kami ingin memberdayakan perempuan dengan satu diantaranya lewat pembuatan pakaian bercorak dengan bahan baku yang berasal dari alam,” kata Untari.

Dalam kegiatan ini Pemilik Batik Warna Alam Si Putri, Putri Merdekawati SP MP hadir sebagai pembicara utama. Selain itu datang juga perwakilan Pemerintah Kota Semarang.

”Saya harap mereka menjadi tahu bagaimana melakukan sesuatu berbasis pemikiran terkait lingkungan. Apalagi mereka datang mewakili organisasi wanita seperti Aisyiyah, Fatayat NU, Organisasi Wanita Katolik dan 17 organisasia perempuan lainnya. Semoga bisa menyebarluaskan di lingkungan organisasinya terkait ilmu berbasis lingkungan yang mereka dapat,” lanjut Untari.

Sementara itu Putri Merdekawati dalam pelatihan yang diberikan ingin menularkan dan berbagi kepada semua peserta terkait kepedulian lingkungan lewat bahan-bahan baku yang tidak mencemari sekitar. Dalam hal ini dia menunjukkan untuk mewarna pakaian bisa digunakan bahan baku alam seperti dari tumbuhan.

”Hal ini sudah menjadi konsen kami sejak lama, sebelum kampanye anti plastik dan lain sebagainya dilakukan saat ini. Kami terus melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi perempuan, agar bisa berperan jadi penular kepedulian terhadap lingkungan dan berdaya,”kata Putri.

 

https://www.suaramerdeka.com/regional/semarang/220268-aktivis-perempuan-diajak-lestarikan-lingkungan-lewat-pelatihan-ecoprint

Kategori: