UNIKA Dapat Hibah penelitian Terbanyak di Jateng
Jumat, 7 Februari 2020 | 10:12 WIB

SM 7_2_2020 Dapat Hibah Penelitian Terbanyak di Jateng

Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata mendapatkan dana penelitian Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional Perguruan Tinggi Non PTNBH terbanyak di antara PTS dan MN di Jawa Tengah pada 2020.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Unika Soegijapranata, Dra Cecilia Titiek Murniati MA PhD mengungkapkan rasa bangga dan bersyukur akan hal tersebut. Sebab kampusnya dipercaya dan diberi tanggung jawab oleh pemerintah untuk lebih banyak berperan dalam penelitian dan pengabdian bagi bangsa dan negara.

"Tahun ini, Unika Soegijapranata mendapat hibah dana desentralisasi yang baru sebanyak 4, kemudian yang lanjutan 20. Hibah kompetitif nasional atau sentralisasi baru ada 3 judul dan yang lanjutan lolos 6 judul. Jadi, jumlah total hibah penelitian yang mendapatkan hibah adalah 33. Untuk pengabdian masyarakat, ada satu judul yang lobos," kata Cecilia, baru-baru ini.

"Nah yang 33 ini, total dana yang kami dapatkan sebesar Rp 5,3 miliar. Dan yang disampaikan oleh Kemenristek Dikti kemarin, Unika Soegijapranata mendapat urutan yang ke-6 dari 10 perguruan tinggi di kluster utama yang mendapat hibah penelitian terbesar," lanjutnya.

Urutan Ke-6
Pihaknya berbangga hati karena masuk dalam urutan keenam dari sepuluh perguruan tinggi nasional yang mendapat dana hibah penelitian dan pengabdian. Di samping itu, dengan besaran hibah dana tersebut menunjukkan bahwa LPPM Unika sudah bekerja dengan baik sekali.

Menurut Cecilia, dengan tanggung jawab dan mandat yang diberikan kepada Unika Soegijapranata, pihaknya ke depan akan melakukan beberapa hal. Pertama, mengadakan kegiatan yang menunjang pengembangan dan peningkatan penelitian dan pengabdian. Yakni melalui beberapa kegiatan, seperti pelatihan pembuatan roadmap bagi dosen-dosen baru, kemudian juga kegiatan klinik proposal.

"Dengan kegiatan tersebut diharapkan dosen-dosen baru bisa nyantrik pada dosen yang punya kepakaran dan eligible sambil latihan. Sedangkan dosen-dosen yang belum mengajukan hibah mestinya juga tergerak untuk mengajukan hibah," imbuhnya.

Yang kedua, Cecilia menyebut LPPM Unika juga akan selalu memantau pelaksanaan dan perkembangan hibah dana itu. Seperti dalam pembuatan laporan luarannya, target anggaran belanja dan sebagainya. Semua itu sudah ada tenggang waktu dan penjadwalannya.

"Namun demikian, Unika Soegijapranata tidak hanya membatasi pada hibah dana dari DRPM saja. Melainkan kami juga berupaya mendorong dosen untuk mencari hibah dari institusi lain seperti, LPDPRISPRO, INSINAS, United Board, serta Erasmus Huis. Universitas melalui LPPM akan selalu mendorong dosen untuk mencari hibah selain dari DRPM." tandasnya.

►Suara Merdeka 7 Februari 2020, Hal. 16

Kategori: