Rapat Kerja Bidang Kemahasiswaan, Fakultas-UPT Kemahasiswaan dan SSCC
Jumat, 21 Februari 2020 | 16:41 WIB

Bidang 3 atau bidang kemahasiswaan adalah bagian pengelolaan sivitas akademika yang langsung menyentuh pada bagian karakter mahasiswa. Tanggung jawab yang tidak kalah berat daripada masalah akademik, karena melalui bidang 3 ini universitas akan mencetak para sarjana dengan karakter yang baik, bahkan unggul.

Oleh karena itu, ibu Dr. Kristina Ananingsih, ST., MSc selaku Wakil Rektor III, menghimpun para wakil dekan bidang kemahasiswaan, kepala UPT Kemahasiswaan dan Alumni serta UPT Soegijapranata Student Career Center – Pusat Karir Mahasiswa dan Alumni untuk duduk bersama , menyatukan ide dan mengambil langkah selanjutnya dalam membina karakter mahasiswa.

Rapat Kerja bidang Kemahasiswaan diadakan selama 2 hari, yaitu tanggal 20-21 Februari, dimana hari pertama dihadiri secara lengkap oleh struktural bidang 3 bertempat di Hotel Noormans.  Raker hari kedua yang dihadiri oleh para pelaksana kegiatan di tingkat universitas.

Dengan gaya beliau, bu Tina memaparkan tentang esensi dari kegiatan kemahasiswaan dan pembinaan karakter bagi mahasiswa. Dalam rapat kerja ini, dibahas pula tentang arahan dari Menteri Pendidikan akan adanya magang sebagai hal yang harus diandalkan dalam dunia pendidikan. “Berbagai hal perlu dicermati akan pelaksanaannya dan ini bukan merupakan harga mati, mari kita diskusikan dan pikirkan jalan keluarnya demi anak didik kita. Magang juga sudah merupakan hal utama yang disampaikan oleh bapak Rektor beberapa waktu yang lalu, bahkan sebelum pak Nadiem melontarkannya pada Kampus Merdeka,” jelas beliau.

Akan halnya permasalahan yang lain adalah tentang pembinaan minat bakat para mahasiswa. Jangan sampai bakat mereka terhambat dengan adanya kewajiban di fakultas saat melaksanakan perkuliahan. “Pasti fakultas mendukung, dengan catatan semua harus ada pengaturan,”  ujar salah satu wakil dekan. Sedangkan Fakultas Kedokteran serta Rekaya dan Ilmu Lingkungan sebagai fakultas termuda, sangat antusias dalam memamparkan program kerja mereka untuk mencetak lulusan yang unggul.

Demikian juga mengenai banyaknya beasiswa yang ditawarkan di Unika, UPT Kemahasiswaan mulai memantau dan menyalurkannya supaya tepat sasaran serta dapat digunakan sebaik-baiknya oleh semua mahasiswa. “Sayang jika ada beasiswa tapi tidak dimanfaatkan dengan optimal”.

Masalah penyaluran lulusanpun menjadi hal utama yang harus diselesaikan oleh SSCC. Selama ini SSCC mampu menerima banyak sekali info lowongan kerja dari perusahaan mitra, namun ternyata banyak mahasiswa yang belum “mengenal” SSCC dengan baik. Sehingga kesempatan dari perusahaan terkadang terlewatkan begitu saja.

Raker selama dua hari ini membuahkan banyak hal, yang harus dan akan dilaksanakan bersama sehingga universitas mampu menjaga mutu para alumninya dan pengguna akan terus memberikan penawaran ke universitas. Menjaga dan meningkatkan mutu lulusan akan menjadi goal bersama. (yoel-sscc)

Kategori: ,