Penyegaran Pengajaran Kewirausahaan, Dosen Unika Undang Motivator dan Pelaku Bisnis
Rabu, 26 Februari 2020 | 16:05 WIB

Tuty Jap, CFP selaku Founder SMA Selamat Pagi Indonesia saat memaparkan materinya

CSE (Center for Student Entrepreneurship) sebagai wadah entrepreneur atau kewirausahaan para mahasiswa Unika Soegijapranata, pada hari Rabu (26/2) kembali merecharge semangat berwirausaha dengan mengundang motivator sekaligus founder SMA Selamat Pagi Indonesia Tuty Jap, CFP dan tak lupa turut pula memberikan resep-resep motivasi entrepreneurnya, yaitu Yimmy Iskandar ST MBA yang juga seorang motivator entrepreneurship dan pelaku bisnis.

Dalam perbincangan dengan Tuty Jap, muncul beberapa hal yang menarik menyangkut karakter pelaku wirausaha, diantaranya adalah harus memiliki mental bisnis yang baik dan kuat supaya bisa sukses.

“Pengalaman saya mendampingi para siswa di tempat kami, memang beda dengan sekolah SMA pada umumnya. Yang pertama adalah para siswa kami berlatar belakang dari anak-anak yang kurang mampu, yatim piatu dan tidak ada sanak keluarga yang akan menyekolahkan mereka di SMA. Para siswa ini berasal dari berbagai pelosok Indonesia. Mereka tinggal di asrama kami dan menjalankan kegiatan belajar maupun ekstra kurikuler yang kami sediakan. Konsep awalnya adalah bagaimana membuat para siswa ini bisa survive setelah mereka lulus nanti,” jelas Tuty.

Yang kedua, ada missinglink dari kegiatan-kegiatan entrepreneur yang banyak dilakukan di sekolah maupun di kampus. Karena pada dasarnya anak-anak ini butuh dibangun fondasi dari mentalnya terlebih dahulu atau dari pola pikir sebagai pengusaha terlebih dahulu.

Memang secara teori manajemen marketing bisnis itu penting, tapi yang membekali mereka  untuk memupuk keberanian untuk memulai ini kan dari mental, lanjutnya.

Maka kami selanjutnya juga menyediakan divisi-divisi usaha atau istilahnya laboratorium bagi para siswa tersebut untuk magang dengan berbagai devisi yang ada, seperti divisi food production, divisi resto, divisi akomodasi dengan hotelnya juga, kemudian divisi valueable training, devisi tour and travel, dan yang terakhir adalah divisi production house untuk film.

Hal tersebut kami lakukan supaya mindset-nya terbentuk bahwa untuk berjuang di industri atau lapangan itu membutuhkan pembekalan fondasi yang sangat kuat di pola pikir, urainya.

Berfoto bersama dengan narasumber

Seperti yang disampaikan oleh Tuty Jap, Kepala CSE Unika Soegijapranata Dr CH Yekti Prawihatmi MSi, juga mengamini apa yang disampaikan oleh founder SMA Selamat Pagi Indonesia tersebut.

“Kami mengadakan penyegaran untuk pengembangan pengajaran kewirausahaan di Unika Soegijapranata, melalui acara hari ini yang lebih banyak mengupas tentang ‘Knowledge Sharing’ dengan fokus pada ‘memupuk jiwa dan keberanian berwirausaha’, maka CSE yang ruang lingkupnya tidak hanya untuk mahasiswa tetapi juga dosen-dosen terutama yang mengajar kewirausahaan berharap setelah ini kami dapat memiliki visi yang sama, pendekatan yang sama dan koordinasi yang lebih baik,” jelas Yekti.

Terutama kami mau mengisi bagaimana sisi praktisnya. Jadi pengajaran kewirausahaan di Unika harapannya tidak hanya teoritis di kelas saja melainkan juga lebih banyak prakteknya, dan pengalaman-pengalaman untuk berwirausaha, meskipun mulai dari yang kecil-kecilan, sambungnya.

“Dan hal yang penting juga, bahwa dalam acara ini ternyata para dosen kewirausahaan juga mempunyai pandangan yang sama untuk ke depan, yaitu kita harus membangun networking yang kuat secara intern di Unika sendiri. Jadi antar anggota CSE yang telah memiliki usaha, didukung para dosen wirausaha serta pasarnya paling tidak pada awalnya dari internal Unika sendiri, dengan mengapresiasi produk-produk mahasiswa seperti CSE Snack, CSE Merchandise, CSE Service, CSE Design, dan CSE Parcel, ” tutupnya.  (fas)

Kategori: ,