Peningkatan Kompetensi Dokter Penempatan di DTPK Diperlukan
Kamis, 20 Februari 2020 | 9:07 WIB

SM 20_02_2020 Peningkatan Kompetensi Dokter

Kebutuhan dokter di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK) masih sangat krusial,mencapai angka 1.500 puskesmas yang belum memiliki dokter. Namun untuk bisa memenuhi kebutuhan tersebut, peningkatan kompetensi dokter masih diperlukan di saat mereka menimba ilmu di kampus.

Sebab produksi 12.500 lulusan 80-an fakultas kedokteran di Indonesia per tahun belum sepenuhnya memenuhi kriteria untuk ditempatkan di DTKP. Hal tersebut diungkapkan Pakar Sumber Daya Alam (SDM) Kesehatan, Dr dr Andreasta Meliala DPH MKes MAS usai mengisi seminar nasional ”Mempersiapkan Lulusan Dokter untuk DTPK (Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan) yang diadakan Fakultas Kedokteran Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata di ruang teater, Gedung Thomas Aquinas, belum lama ini.

”Penyebaran dokter sangat krusial terkait jaminan kesehatan nasional. Ketika dokter tidak ada pelayanan tidak ada. Padahal pemerintah sudah bayar premi, masyarakat sudah bayar premi juga. Sehingga dokter-dokter bisa ditempatkan 2024 seluruh puskesmas sudah diisi dokter. Fakultas Kedokteran harus punya kurikulum khusus, mendesain sistem pendidikan yang mencetak dokter yang siap bekerja di DTPK. Sebab jauh dari teknologi, menantang, dan kulturnya berbeda,” kata Andreasta.

Dia menyambut baik kerja sama Fakultas Kedokteran Unika dengan Pemerintah Kabupaten Malaka di Nusa Tenggara Timur. ”Hal ini cukup bagus mengingta komitmen pemda Malaka akan kebutuhan dokter di DTPK, baik. Di daerah lain belum pasti ada yang seperti ini,” kata Andreasta.

Selain Direktur Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada itu juga hadir dua pembicara lain. Mereka yakni Bupati Kabupaten Malaka NTT Bupati Kabupaten Malaka NTT, Stefanus Bria Seran MPH dan Dekan FK Unika Soegijapranata, dr Indra Adi Susianto MSi Med SpOG.

Ketua panitia pelaksana, Perigrinus H Sebong MPH mengatakan, seminar ini diangkat sebagai wujud komitmen FK Unika Soegijapranata terhadap pemerataan pembangunan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia khususnya di DTPK. DTPK dilihat sebagai wajah depan Indonesia yang harus diperbaiki dan didorong kemajuannya di bidang kesehatan.

►Suara Merdeka 20 Februari 2020 hal. 16

Kategori: