Membangun Semangat Kebersamaan Dalam Keluarga Besar Unika
Jumat, 21 Februari 2020 | 10:14 WIB

Romo Aloysius Budi Purnomo Pr saat menyampaikan materinya di rombongan rekoleksi tahap 4

Sebuah pengalaman hidup selama berkarya di Unika Soegijapranata kembali digali untuk bisa menjadi bekal dalam menjalani masa depan yang lebih baik dalam keluarga besar Unika Soegijapranata melalui rekoleksi yang diselenggarakan secara bergelombang dalam lima hari mulai tanggal 27 hingga 31 Januari 2020.

Dengan pemateri rekoleksi oleh Romo Aloysius Budi Purnomo Pr selaku Pastor Kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata, acara rekoleksi yang berlangsung hampir satu minggu ini dibagi empat gelombang dan dilangsungkan di wisma Elika, Bandungan.

Tema yang dipilih dalam penyelenggaraan rekoleksi tersebut adalah “Bersyukur Bersama Sebagai Keluarga Besar Unika Soegijapranata Semarang”.

Menggali lebih jauh tentang pelaksanaan rekoleksi Unika Soegijapranata ini, Romo Aloysius Budi Purnomo kembali menjelaskan tentang alasan diselenggarakannya acara rekoleksi tersebut.

“Rekoleksi untuk para dosen dan tenaga kependidikan (tendik) adalah merupakan buah dari pergumulan panjang sejak saya datang di Unika tahun 2017. Kawan-kawan curhat mengungkapkan kerinduan untuk terselenggaranya rekoleksi, karena konon di masa lalu itu ada rekoleksi fakultatif atau tidak wajib, tergantung siapa pun yang mau mengikuti dan dibatasi jumlahnya 50 peserta semacam itu,” jelas Romo Budi.

Kali ini kerinduan itu direspon secara positif oleh rektorat, bekerja sama dengan LPSDM (Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia) dan Campus Ministry, menyelenggarakan rekoleksi bukan fakultatif tetapi suatu kemurahan hati yang wajib diikuti karena ini bagian dari upaya Unika memberikan kesejahteraan rohani bagi para dosen dan tendik, lanjutnya.

Di Unika kita mengenal Soegijapranata Memorial Lecture untuk para pejabat struktural, untuk mendalami tema karya yang dipilih dalam satu tahun akademik. Sebelumnya ada refleksi karya yang melibatkan lebih banyak lagi dosen dan tendik dalam sekali perjalanan tetapi intensitas pendalaman secara personal menjadi kurang terasa.

Melalui rekoleksi ini tema karya direnungkan dalam prespektif rohani di tengah-tengah tahun ajaran akademik, nanti di akhir tahun ajaran, refleksi karya yang biasanya diselenggarakan di awal semester genap itu dilakukan di akhir semester genap.

Maka ada tiga pola rekoleksi yang sifatnya lecture yaitu Soegijapranata Memorial Lecture, kemudian ada rekoleksi untuk semua dosen dan tendik, dan nanti ada refleksi karya Unika.

“Dalam refleksi karya ini ada kesempatan berlimpah kepada para dosen dan tendik untuk menggali pengalaman, yang pada tahap pertama penyelenggaraan rekoleksi bersama ini saya menawarkan tema yang sifatnya institusional, yaitu menyadari kembali bahwa dosen maupun tendik adalah bagian dari keluarga besar Unika Soegijapranata. Kita menyadari itu dengan penuh syukur, Unika sebagai Ibu yang membesarkan kita, tetapi Unika juga dibesarkan oleh anak-anaknya (dosen dan tendik),” ujar Romo Budi.

Oleh karena itu ada relasi timbal balik yang cocok banget dengan tema karya ‘Integritas Ekologis’. Maka dalam rekoleksi pertama ini, saya menghubungkan antara tema karya ‘Integritas Ekologis’ dengan ‘Laudato Si’ khususnya ekologi integral. Oleh sebab itu kita memberi tema bersyukur bersama sebagai keluarga besar Unika, merenung dengan penuh syukur, maju bersama dalam kebahagiaan berdasarkan inspirasi Laudato Si, sambungnya.

Sedang Wakil Rektor II Bidang Administrasi dan Keuangan Unika Soegijapranata Dr Theresia Dwi Hastuti SE MSi Akt CPA yang hadir dalam acara penutupan rekoleksi, kembali mengingatkan untuk senantiasa bersyukur dan bersemangat dalam membangun kebersamaan di Unika.

“Kita sebagai pribadi dan anggota keluarga besar Unika Soegijapranata, diharapkan bisa ugahari dan memandang segala hal secara positif. Kemudian kita bersama-sama bersinergi di Unika, mensyukuri bahwa kita tergabung di Unika ini sebagai anugerah bagi kita semua,” ucapnya.

Harapannya, akan menjadi suatu semangat baru bagi kita semuanya untuk bagaimana kita berkarya di Unika dengan rasa syukur serta menjadi bagian dari simfoni yang indah, tutupnya. (fas)

Kategori: ,