Instruktur Bahasa CLT Unika Terpilih Jadi Duta Bahasa Negara di Filipina
Kamis, 27 Februari 2020 | 12:36 WIB

Aulia An Nafik S Pd berdiri di tengah, berfoto bersama di University of Perpetual Help, Calamba Campus

Salah seorang instruktur bahasa di CLT ( Center of Language Training) Unika Soegijapranata telah mendapat kesempatan untuk menjadi Duta Bahasa Negara di University of Perpetual Help, Calamba Campus Philippines melalui PPSDK (Pusat Pengembangan Strategi Diplomasi Kebahasaan) Kemendikbud yang membuka kesempatan bagi pegiat-pegiat BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) untuk mengikuti program yang disebut Duta Bahasa Negara.

Staf pengajar tersebut adalah Aulia An Nafik  S Pd. Menurut yang disampaikan oleh Aulia ada sekitar 220 orang yang mengajukan permohonan ke PPSDK, namun yang lolos seleksi adalah kurang lebih 21 orang saja.

Setelah lolos seleksi, selanjutnya kami diberi pembekalan pada bulan Juli 2019, dan dipertemukan dengan para diplomat dari berbagai macam negara, karena kami akan mewakili Indonesia untuk memperkenalkan Bahasa Indonesia dan budaya di berbagai negara.

“Pada tahap awal, nanti saya akan bertugas selama tiga bulan di Filipina, dan selanjutnya bisa kemungkinan diperpanjang karena di periode sebelumnya bisa dimungkinkan ada perpanjangan masa tugas,” jelasnya.

Untuk penugasan ke Filipina ini, kita diberi bekal teknik mengajar Bahasa Indonesia, juga bagaimana kita menjadi duta dengan dibekali pula kode etik.

Pembekalan lainnya adalah keterampilan menyanyi dan menari serta membatik, juga kuliner di Indonesia, imbuhnya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Unika Soegijapranata yang telah memberikan kesempatan dan pengalaman kepada saya sehingga apa yang saya dapat bisa saya berikan untuk negeri, dan membawa nama baik Unika Soegijapranata,” ucap Aulia mengakhiri perbincangan.

Blasius Panditya Tridanardana MBA bersama Aulia An Nafik S Pd saat penyerahan dokumen di Unika Soegijapranata

Sementara Direktur CLT Unika Soegijapranata Blasius Panditya Tridanardana MBA ketika dikonfirmasi juga menyampaikan bahwa CLT Unika Soegijapranata memang mendorong para pengajarnya untuk bisa mengikuti program PPSDK dari Kemendikbud, dan kali ini yang lolos adalah satu orang.

“Kami memang mendorong para pengajar kami untuk mencoba mengikuti seleksi PPSDK karena sebenarnya CLT juga memiliki potensi dan sudah mempunyai pengalaman untuk mengajar bahasa Indonesia bagi orang asing,” terangnya.

Dan tentunya, pengajar yang terpilih ini akan menjadi duta Unika Soegijapranata juga dalam program PPSDK yang akan mengajar di salah satu universitas di Filipina, tutupnya. (fas)

Kategori: ,