AIESEC Semarang Ajak Generasi Muda Peduli Pendidikan dan Lingkungan
Senin, 3 Februari 2020 | 9:16 WIB

image

Association for the International Exchange of Students in Economics and Commerce (AIESEC) mengajak generasi muda untuk  menjalankan proyek sosial berskala internasional di Kota Semarang.

Proyek sosial ini diadakan setiap 6 bulan sekali.

Kegiatan tersebut mengikutsertakan mahasiswa asing dari berbagai negara yang peduli pada isu-isu pendidikan dan lingkungan di Kota Semarang.

Pada bulan Januari, terdapat 22 mahasiswa asing pertukaran pelajar yang berasal dari Jerman, Australia, Vietnam, Jepang, Mesir, China, India, Malaysia, dan Brazil, yang merupakan representatif masing-masing negara yang mengikuti salah satu program AIESEC.

Kegiatan yang dikemas dalam Youthopia International Talkshow bertema "The Future is Youth"  digelar di Gedung Teater Thomas Aquinas, Unika Soegijapranata, Semarang, Sabtu (1/2/2020).

Pembicara yang hadir dalam kegiatan itu berasal dari Youth and ASRH Analyst UNFPA, yakni Gustika Jusuf Hatta, dan Secretary of Youth of Indonesia, Anggis Dinda Pratiwi.

Anneke Julianita selaku ketua pelaksana kegiatan Youthopia International Talkshow mengatakan bahwa AIESEC mempunyai misi mendukung sustainable development goals (SDGs).

SDGs  merupakan program yang bertujuan untuk membangun generasi pemuda di bidang pendidikan, dan lingkungan.

AIESEC sebagai organisasi internasional di bidang pemberdayaan pemuda untuk raih kesadaran diri serta memotivasi generasi muda untuk bergerak terhadap isu dan permasalahan yang terjadi di masyarakat dengan solusi yang bisa diterapkan di masyarakat.  

“Dengan adanya isu yang terjadi di tahun berikutnya, kita bisa memecahkan masalah-masalah yang ada dan membangun semangat untuk ke depannya,” ujar Anneke.

Sementara itu, Anggis Dinda Pratiwi selaku Secretary of Youth of Indonesia, mengatakan bahwa pemberdayaan pemuda sangat berpengaruh untuk perkembangan bangsa dan menjadi tantangan apa saja yang dihadapi.

“Anak muda adalah generasi penerus bangsa (future generation confidien).

Nantinya pada tahun 2035 kita akan memasuki yang namanya bonus demografis dimana tenaga pekerja itu akan menjadi lebih banyak daripada orang yang tidak bekerja atau rasio ketergantungannya menjadi rendah,” paparnya, Sabtu (1/2/2020).

Sebenarnya itu merupakan tantangan, lanjut dia, tetapi juga bisa jadi kesempatan generasi penerus menjadi bangsa yang lebih baik. 

Tantangan tersebut di masa yang akan datang, pekerjaan yang dibutuhkan pasti lebih banyak karena tenaga kerjanya lebih banyak.

“Kami sebagai Youth of Indonesia ingin mendorong anak muda tidak hanya jadi pekerja formal, dari riset yang saya lakukan anak muda masih lebih ingin menjadi pekerja formal atau instead of the things something new,” ujarnya.

Ia menambahkan, menjadi inisiator untuk membuat pekerjaan, menciptakan lapangan kerja lebih banyak selain itu juga ingin mendorong anak muda untuk lebih peduli bahwa pendidikan itu penting.

“Karena masih banyak anak-anak di luar sana yang mungkin kurang beruntung dan kurang mengetahui bahwa pendidikan adalah kunci keberhasilan,” pungkasnya.

https://jateng.tribunnews.com/2020/02/01/aiesec-semarang-ajak-generasi-muda-peduli-pendidikan-dan-lingkungan?page=all

Kategori: