Tim Infinite City Unika Soegijapranata Raih Juara 2 Desain IKN
Kamis, 2 Januari 2020 | 16:48 WIB

image

Tim Infinite City dari Unika Soegijapranata yang berkolaborasi dengan Antistatics Architecture Beijing telah terpilih sebagai juara 2 dalam Sayembara Desain Ibukota Negara (IKN).

Ketua tim sayembara IKN dari Unika Soegijapranata, Dr Antonius Ardiyanto mengatakan, untuk meraih pencapaian tersebut membutuhkan perjuangan yang tidak mudah.

“Kita mengikuti sayembara pada tanggal 18 Oktober 2019  dan 29 November 2019 harus sudah selesai. Dan dalam pendaftaran itu kita mendapat nomor IKN- 0831W,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Senin (30/12/2019).

Adapun kriteria sayembara design IKN ini memang tergolong agak sulit, karena dari jumlah total pendaftar sebanyak 755, pada saat pengumpulan design terkumpul 292 atau kurang dari 50 %.

Selanjutnya diseleksi administrasi, hingga dari 292 tersebut lolos seleksi 257 peserta. Tahap berikutnya diseleksi kembali menjadi 30 nominator, dan selanjutnya dari 30 nominator dipilih lima besar.

"Tim kami IKN-0831 W masuk dalam lima itu, sehingga dalam waktu singkat yaitu selama tiga hari harus segera menyiapkan materi untuk dipresentasikan di hadapan presiden, para menteri serta para juri," imbuhnya.

Untuk konsep, Antonius menerangkan, timnya memiliki konsep Ibukota harus memperkecil resiko lingkungan, terutama menyangkut kenaikan permukaan air laut yang banyak mempengaruhi kota-kota besar di dunia.

"Untuk mengantisipasi itu, design kami dari area yang ditetapkan pemerintah, kita tidak mengambil sebelah selatan yang dekat dengan teluk Balikpapan tetapi mengarah ke utara di kecamatan Semboja.

Kemudian di sisi yang kedua, konsepnya adalah bangunan itu nanti akan ramah terhadap lingkungan sehingga bangunannya sebagian besar harus diangkat menjadi bangunan panggung, artinya ruang bawah itu tetap tanah dan tumbuhan untuk peresapan air," terangnya.

Pihaknya juga mengkonsepkan di tengah area ada bendungan sebagai sumber air, konturnya menententukan untuk pembentukan jalur jalan, dengan konsep pola jalannya adalah bunga anggrek. Selain itu, sisi teknologi advance untuk bangunan yang hemat energi, perhatian terhadap air hujan dengan adanya rain harvesting, kincir angin, kemudian ada panel surya. Pembagian zonanya juga sudah jelas seperti pemerintahan, riset dan teknologi, zona kebudayaan atau kehidupan sosial budaya dan seterusnya.

“Selain itu, untuk transportasinya kita menggunakan transportasi modern, dan  termasuk  transportasi massalnya. Kemudian untuk mobilnya adalah mobil listrik seperti Tesla atau Toyota i-Road yang hemat listrik dan resiko polusi lebih kecil, pemakaian sepeda dan tremnya keliling terus, jadi ada kereta-kereta seperti di bandara Cengkareng 1,2 dan 3 itu ada skytrains seperti itu. Dan sistemnya nanti di Ibukota itu ada  park and ride, jadi mobil-mobil diparkirkan di tepian kota kemudian kedalamnya masuk melalui transportasi massal dan pengembangan area pedistrian yang humanis, diharapkan seperti itu,” pungkasnya.

https://www.ayosemarang.com/read/2019/12/30/49816/tim-infinite-city-unika-soegijapranata-raih-juara-2-desain-ikn

Kategori: