Perlu Mengajarkan Pendidikan Seks pada Anak
Senin, 13 Januari 2020 | 9:17 WIB

SM 13_01_2020 Perlu Mengajarkan Pendidikan Seks pada Anak

Kasus Mahasiswa Indonesia, Reynhard Sinaga (36) yang divonis hukuman seumur hidup oleh pengadilan di Inggris, harus bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat. Dalam hal ini orang tua memiliki peran penting dalam memberikan perhatian dan perlindungan bagi anaknya. Mereka ini harus bisa menjadi tempat curahan hati, saat anaknya berkeluh kesah. Selain itu, orang tua juga perlu memberikan pendidikan seks sejak awal atau usia tiga tahun terhadap anaknya. ”Perlu diberikan edukasi seks kepada anak, bukan tentang pelajaran hubungan suami isteri, tapi untuk menjaga seksualitasnya. Dengan begitu, ketika terjadi pelecehan, anak bisa lapor ke keluarganya,” tandas Psikolog Dr Christin Wibhowo di Semarang, kemarin. Christin yang juga dosen Fakultas Psikologi, Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang ini mengatakan, tidak tahu secara pasti kenapa Reynhard membius serta memperkosa 48 pria di apartemennya di pusat kota Manchester.

Namun, berdasarkan studi literasi, kata kuncinya Reynhard ini tidak pernah menceritakan masalah kepada keluarganya alias menutupi keluarganya. Itu menunjukkan adanya hubungan yang tidak hangat, apalagi banyak analisis Reynhard itu mengalami pelecehan seksual saat masih kecil. Kalau memang benar apakah cerita itu sampai ke orang tuanya. Lalu, apakah orang tuanya juga tidak melihat ada tanda-tanda dia berperilaku seks menyimpang.

Jangan Dipendam

Bagi pemuda atau mahasiswa, pihaknya menyarankan, saat ada masalah supaya tidak dipendam. Coba sampaikan ke teman, sahabat, atau keluarga. Hindari faktor perilaku yang berisiko, seperti main ke dunia malam. Selain itu, Christin mengajak mahasiswa untuk memiliki prestasi minimal satu. Bukan buat menyombongkan diri, tapi supaya jadi lebih percaya diri. Orang tua juga memiliki peran penting, mereka tidak perlu mengritik saat anak mengutarakan masalahnya. Jadikanlah, keluarga menjadi tempat berkeluh kesah. Sebagaimana diketahui, Reynhard yang sedang menjalani studi S-3 pada Geografi Manusia di Universitas Leeds, Inggris mendadak jadi topik pembicaraan media internasional dan viral di dunia maya. Dia terjerat kasus pemerkosaan 190 pria itu dinyatakan bersalah dan divonis hukuman seumur hidup oleh pengadilan di Inggris. Reynhard divonis penjara seumur hidup setelah membius dan memperkosa 48 pria di apartemennya di pusat kota Manchester.

Terhadap kasus Reynhard ini, masyarakat tak perlu khawatir kalau anak-anaknya kuliah malam. Di mana pun ada pelaku tidak benar, selalu terdapat potensi dari korban. Terlebih lagi, para korban pemerkosaan Reynhard ini bukan orang yang sedang kuliah atau belajar, tapi kebanyakan senang dengan dunia malam. Begitu mudahnya dia mengajak korban datang ke apartemennya. Kemudian diberi minum, tapi juga mau. Hanya butuh waktu 60 detik, Reynhard mampu mengajak korban ke apartemennya. Ini berarti korban yang diajak itu gampangan. Ada orang asing atau baru kenal, tapi korban mau diajak pergi secara mudah.

https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/213561/perlu-mengajarkan-pendidikan-seks-pada-anak, Suara Merdeka 13 Januari 20120 hal. 16

Kategori: ,