Pengamat: Pembangunan Inklusif yang Dilakukan Gubernur Ganjar Membuahkan Hasil
Jumat, 17 Januari 2020 | 9:06 WIB

image

Pembangunan inklusif yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat ini membuahkan hasil. Antara lain dengan terus menurunnya tingkat kemiskinan di Jawa Tengah.

Bahkan periode Maret-September 2019 ini, penurunan kemiskinan di Jateng kembali menjadi yang terbanyak secara nasional. Terdapat 63 ribu jiwa lebih warga yang dientaskan dari kemiskinan.

Hal itu disampaikan Pengamat Ekonomi Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang Andreas Lako saat dihubungi, Kamis (16/1/2019).

"Kebijakan dan arah pembangunan yang inklusif ini, melihat semua aspek secara terintregasi. Selain itu, kebijakan-kebijakan yang diambil juga sangat pro rakyat dan menyentuh level masyarakat kecil daerah, sehingga dampaknya begitu dirasakan," jelasnya.

Pembangunan inklusif yakni pembangunan yang terarah dan menyeluruh serta memperhatikan efek domino di masyarakat. Dari hasil pembangunan inklusif ini, penurunan kemiskinan begitu tampak signifikan sejak 2016 lalu. Hal itu tidak lepas dari berbagai program awal yang sudah dilakukan sejak periode pertama Ganjar menjabat pada 2013.

“Setiap 2016 sampai sekarang angkanya turun sangat besar. Tidak hanya menurunkan jumlah orang miskin saja juga penurunan kesenjangan sosial, ekonomi dan ketimpangan wilayah di Jateng begitu terasa,” tambah Guru Besar  Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FIB) Unika Soegijapranata ini.

Andreas mengatakan, contoh pembangunan yang bersifat inklusif yakni pembangunan infrastruktur yang digenjot hingga pelosok desa, kini menuai hasil yang memuaskan. Dengan akses infrastruktur yang baik hingga ke pelosok desa, maka perpindahan barang dan jasa menjadi lebih cepat. Dampaknya, pertumbuhan ekonomi masyarakat meningkat.

“Ini yang saya katakan dampak dari pembangunan inklusif itu, tidak hanya membuat jalan mulus, tapi efek besarnya yakni membuat aktivitas ekonomi bergeliat,” terangnya.

Selain pembangunan infrastruktur, upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi juga terus digenjot di Jateng. Bahkan targetnya, pertumbuhan ekonomi di Jateng akan menjadi tujuh persen. Untuk merealisasikannya, kebijakan pro investasi dibuat.

Upaya menciptakan kondisi sosial, politik dan keamanan yang kondusif juga dilakukan. Hal ini yang menyebabkan para investor saat ini berbondong-bondong melakukan invasi ke Jateng.

“Dengan begitu, serapan tenaga kerja terjadi, pengangguran berkurang dan secara otomatis angka kemiskinan akan ikut tereduksi,” ucapnya.

Belum lagi lanjut dia, program-program bantuan sosial kepada masyarakat seperti pemberian pendampingan, modal usaha, peningkatan UMKM dan lain yang terus dikebut untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan meningkatkan pendapatan perkapita.

Program itu tak hanya mengandalkan APBD, namun juga menggandeng dan mengoptimalkan pihak lain seperti Baznas, CSR, Filantropi dan lainnya dalam upaya pengurangan angka kemiskinan.

“Arah, kebijakan, strategi dan tindakan yang dilakukan pak Ganjar sudah sangat tepat dan hasilnya sekarang sudah sangat bagus. Namun jangan berpuas diri dahulu, harus terus digenjot agar penurunan angka kemiskinan di Jateng semakin besar tiap tahunnya,” tuturnya.

https://wartakota.tribunnews.com/2020/01/16/pengamat-pembangunan-inklusif-yang-dilakukan-gubernur-ganjar-membuahkan-hasil.

Kategori: