Universitas Taiwan Jajagi Kerjasama Dengan Unika
Senin, 16 Desember 2019 | 14:35 WIB

Albert saat presentasikan beasiswa dalam sesi acara dengan mahasiswa Unika

Jumat lalu (6/12) Kantor Internasional dan Kerjasama Unika Soegijapranata mendapat kunjungan dari National Chiao Tung University (NCTU) Taiwan, dalam rangka penjajagan kerjasama antara NCTU dengan Unika Soegijapranata.

Kepala Internasional dan Kerjasama Unika Soegijapranata Dr Heny Hartono SS MPd, menyampaikan bahwa selama ini memang belum pernah ada MoU antara Unika dengan NCTU.

“Ada beberapa program studi yang menjadi unggulan mereka, dan mereka melihat itu sangat potensial untuk dikembangkan kerja sama dengan Unika,” jelas Dr Heny.

Program studi tersebut antara lain komputer sains dan elektro. Tim NCTU hadir di Unika dengan tiga profesor yang akan berdiskusi dengan pihak universitas untuk menjajagi kerjasama tersebut.

“Kalau diskusi kita berjalan dengan lancar, kemudian ada realisasi dari kegiatan-kegiatan yang kita laksanakan, mereka akan segera menyiapkan MoU-nya. Kemudian juga ada lulusan kita yang bernama Albert, yang dulu lulusan dari Fakultas Ilmu Komputer Unika yang melanjutkan studi di NCTU dan saat ini sebagai calon PhD (PhD Candidate) turut datang pula untuk mendampingi,” tuturnya

Berfoto bersama usai acara kunjungan NCTU di unika

Setelah businnes meeting dengan para ketua program studi dan pejabat struktural lainnya, acara akan dilanjutkan dengan sesi dengan mahasiswa. Pihak NCTU akan mempresentasikan beberapa program yang terkait dengan beasiswa untuk mahasiswa Indonesia yang berminat untuk studi di Taiwan.

“Kerjasama yang mungkin bisa dilakukan antara Unika dengan NCTU adalah dual degree program,  joint degree program, exchange student program, exchange faculty, serta joint research,” lanjut Dr Heny.

Namun dari sekian banyak bentuk rencana  kerjasama, nampaknya yang bisa ditindaklanjuti tahap awal adalah program beasiswa apabila disambut baik oleh mahasiswa dan alumni kita, mungkin ini bisa menjadi program outbound buat kita.

Untuk student mobility program  itu ada inbound dan outbound, ini yang outbondnya sudah kelihatan di depan mata. Artinya kalau mereka menawarkan schoolarship dan mahasiswa kita dikirim ke sana (Taiwan), berarti ada program outbound.

“Tergantung dari teman-teman dari Ilkom dan Elektro nanti kalau mereka membuka diri dan siap dengan mahasiswa internasional maka outbound nya bisa berjalan,” tandas Dr Heny. (fas)

Kategori: ,