Unika Soegijapranata Wisuda 353 Mahasiswa
Senin, 16 Desember 2019 | 10:51 WIB

KR 16_12_2019

Beberapa waktu lalu Menteri Pendidikan menyampaikan saat ini Indonesia sedang memasuki era dimana gelar tidak menjamin kompetensi, kelulusan tidak menjamin kesiapan berkarya, akreditasi tidak menjamin mutu, dan masuk kelas tidak menjamin belajar. Pernyataan itu bukan hal Baru karena pernah tersampaikan dalam sebuah Tajuk Rencana di akhir 2017, disebutkan perusahaan skala global seperti Google sudah tidak lagi mensyaratkan ijazah untuk bergabung. Hal tersebut disampaikan Rektor Unika Soegijapranata Semarang Prof Dr Ridwan Sanjaya MSIEC saat mewisuda 353 mahasiswa dari berbagai program studi dan jenjang yang ada di Unika, Sabtu (14/12).

Hampir 2 tahun sebelumnya, awal 2016, sebuah media massa di Selandia Baru pernah menulis tentang perusahaan-perusahaan besar dengan skala global seperti Google, Johnson and Johnson, Ernst and Young, Pricewaterhouse Coopers, dan sejenisnya yang tidak lagi mensyaratkan gelar sebagai pintu masuk ke perusahaannya. Meskipun mereka tetap menghargai kualifikasi pelamar, tetapi ijazah tidak lagi menjadi prasyarat untuk mendapatkan pekerjaan. Sederhananya, mereka akan menerima kandidat untuk bergabung asalkan memiliki kemampuan ataupun potensi. Perusahaan-perusahaan tersebut, tetap mendorong pelatihan bagi karyawannya untuk meningkatkan keterampilan ataupun mendapatkan gelar dalam keahlian yang sesuai dengan posisinya di perusahaan.

►Kedaulatan Rakyat 16 Desember 2019

Kategori: