Unika Implementasikan QRIS
Rabu, 11 Desember 2019 | 9:14 WIB

SM 11_12_2019 Unika Implementasikan QRIS

Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang menjadi kampus pertama di Indonesia yang mengimplementasikan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) buat tenant-tenant di lingkungan perguruan tinggi tersebut.

Hal itu ditandai dengan peluncuran QRIS bekerja sama dengan PT Bank Maybank Indonesia di ruang Hijau, gedung Mikael lantai tiga universitas, kemarin. Seluruh kantin di kampus Unika secara bertahap akan menerapkan sistem QRIS.

Baik dosen, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan bisa membayar makanan dan minuman di kantin menggunakan dompet elektronik, seperti GoPay, OVO, Dana, LinkAja, BCA Mobile, termasuk rekening Maybank.

Rektor Unika Soegijapranata Semarang Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC mengatakan, penerapan QRIS ini sejalan dengan kampusnya yang telah melakukan perubahan ke arah digitalisasi. Terlebih lagi, anak muda juga dinilai cukup dekat dengan jenis pembayaran tersebut.

"Melalui pembayaran non-tunai atau cashless untuk kantin kampus, transaksi pembayaran antara pembeli dan penjual semakin dimudahkan. Cara ini praktis, aman, dan kekinian buat kedua belah pihak," jelas Ridwan di sela-sela peluncuran didampingi Direktur Regional PT Bank Maybank Indonesia Jateng, Dewi Irawati dan Wakil Rektor IV Unika Soegijapranata Semarang B Danang Setianto SH LLM MIL. Implementasi QRIS ini juga bentuk literasi keuangan era milenial kepada civitas akademika Unika.

BeLi Es Jeruk
Dalam kesempatan itu, Ridwan langsung mencoba membeli es jeruk di Kedai Happy, kompleks kampus Unika dengan memanfaatkan QRIS. Es jeruk itu dibelinya seharga Rp 6.000 dan sukses terkirim ke pemilik kedainya, Dwi Susianti (61). Dwi menyambut antusias kehadiran sistem itu untuk diterapkan di kedainya.

"Tentunya lebih memudahkan dan lebih praktis. Tidak masalah diberlakukan sistem QRIS, malah tangan lebih bersih karena tidak memegang uang," ungkap Dwi yang telah berjualan di Unika selama 14 tahun.

Sementara itu, Dewi Irawati menegaskan, Maybank selalu berusaha memberi pelayanan sesuai tuntutan zaman. Apalagi, Bank Indonesia juga selalu menyampaikan biaya pemeliharaan uang kertas yang cukup mahal.

►Suara Merdeka  11 Desember 2019 hal. 15 

Kategori: