Skala Prioritas Dalam Menjalani Aktifitas
Kamis, 12 Desember 2019 | 12:54 WIB

“Positive thinking, jangan menyerah, cari pengalaman dan kembangkanlah diri” Itulah motto hidup dari Yelina Ivone Chandra, sebagai salah seorang Wisudawan Terbaik dari Program Englishpreneurship Unika Soegijapranata dengan IPK 3,73. Wanita kelahiran Surakarta, 10 Desember 1997 ini mengambil motto hidupnya sesuai dengan pengalaman yang pernah ia alami untuk menjadikan pribadinya seperti sekarang ini.

Yelin yang katanya mempunyai hobi menggambar, menyusun pekerjaan  atau suatu acara (EO), juga berenang ini  sebelumnya bersekolah di SMA Kristen Kalam Kudus, Solo. Ketika SMA Ia mengambil jurusan IPS, terkadang hal inilah yang menjadi alasan atas kebingungannya yang akhirnya memutuskan memilih Program Englishpreneurship Unika.

“FLA Students Perception on Digital Mobil Educative Game “Your Stories” for English Language” adalah judul skripsi dari Yelin. Ide tersebut muncul dari kebiasaannya bermain game. “Pada saat itu saya bermain game yang ada storynya, maka saya pun tergerak untuk membuat sebuah game sendiri”, jelasnya.

Putri dari Bapak Tony Chandra dan Ibu Yokki Indarsih diam-diam ternyata sekarang sudah mulai mengincar untuk memilih pekerjaan yang ada di kota-kota  besar seperti Jakarta dan Surabaya. Ia sungguh mengimpikan dirinya menjadi salah seorang pegawai kantoran. “Saya ingin bekerja dengan menggunakan pakaian yang rapi, rambut yang rapi, intinya serba rapi seperti pekerja kantoran pada umumnya”, jelasnya.

Anak bungsu dari 4 bersaudara yang seluruhnya adalah wanita tersebut juga aktif dalam berbagai kegiatan di gereja maupun di kampus. Ketika di gereja ia aktif sebagai ketua orang muda Kristen. Ketika berada di kampus ia juga pernah aktif dalam kepanitian Senat Fakultas sebagai evaluasi program, SOTY mewakili fakultas, kronik, SGS, Student care, serta nyambi admin di fakultas.

Memang kegiatan yang dimiliki oleh Yelin amat banyak. Namun ia juga punya cara untuk membagi waktu untuk belajar yaitu  dengan mengurangi waktu tidur dari jadwal yang sebenarnya atau habitusnya, karena memang harus ada yang dikorbankan atau skala prioritas.

Untuk mencapai sebuah kesuksesan tentunya pasti ada kendala yang dialami. “Ketika banyak kegiatan, banyak juga yang harus dikorbankan, supaya  fokus tidak akan tertukar satu dengan yang lainnya,” jelasnya.

Ia pun tidak menyangka bahwa akan menjadi wisudawan terbaik dari Program Englishpreneurship. Ketika memang moodnya sedang turun yang ia lakukan adalah evaluasi diri. “Evaluasi diri ketika down, supaya semangat lagi”, jelasnya.

Ia juga berpesan kepada adik-adik tingkatnya agar senantiasa semangat setiap hari. “Semangat yang belum selesai skripsinya, jangan menyerah, akan ada waktu yang tepat, tetap mengusahakan mandiri, explore, inisiatif diri”, jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa ketika orang sedang berada pada fase yang sulit, Ia justru nantinya  bisa overcome”, pungkasnya. (AAT-AS)

Kategori: ,