Selesaikan Skripsi Tepat Waktu
Kamis, 12 Desember 2019 | 11:51 WIB

‘Bodo amat, in good ways’ begitulah prinsip yang dipegang oleh Sie Teresa Maya Ariyanti. Gadis cantik yang biasa dipanggil Maya ini lahir pada tanggal 10 Mei 1997. Maya adalah mahasiswa Fakultas Hukum dan Komunikasi, dan menempuh studi di program studi Ilmu Komunikasi. Saat ditanya mengenai bagaimana Maya bisa menjadi salah satu wisudawan terbaik periode ini dengan IPK 3,62, Maya sangat kaget.

“Aku malah nggak tahu lo kalau aku jadi salah satunya, kok bisa ya,” kata Maya dengan nada bercanda dan tersenyum.

Maya termasuk salah satu mahasiswi yang cepat menyelesaikan skripsi, sesuatu yang mungkin ditakuti oleh sebagian mahasiswa karena bikin pusing. Namun dengan tekadnya yang bulat dan niat yang diikuti dengan doa, Maya bisa menyelesaikannya dengan tepat waktu. Maya membagikan ceritanya selama menjadi mahasiswi Ilmu Komunikasi.

“Selama ini kuliah enak enak aja sih, mata kuliahnya juga enak. Aku masuk konsentrasi komunikasi publik dan strategis, kurasa mata kuliahnya juga enak enak aja. Begitupun dengan teman-temannya, pokoknya selama empat tahun kuliah di Ilmu Komunikasi aku ketemu dengan berbagai karakter teman deh. Mulai dari yang baik-baik dan ya gitulah, tahu sendiri anak Ilmu Komunikasi itu unik-unik dan rame kalau udah ngumpul,” kata Maya sambil tertawa.

Menyadari bahwa jalannya menyelesaikan skripsi tidaklah mudah, bahkan sempat mendapat komentar yang kurang enak didengar dari temannya, Maya tetap tegar berjuang. Tutup telinga kanan dan kiri untuk sesuatu yang menganggu dirinya. Mahasiswi yang menjadikan Bapak Adrianus Bintang menjadi dosen favoritnya ini tetap berpegang teguh pada prinsip hidupnya yaitu ‘Bodo amat, in good ways’.

Menyadari bahwa proses sebenarnya dari sekian tahun kuliah adalah ketika sudah mengambil skripsi, dan umur-umur seperti kita ini rentan masuk pada fase Quarter Crisis Life (QCL) Maya tetap memegang teguh prinsip hidupnya.

“Sering sih kita lihat dan iri mungkin dengan pencapaian orang lain, tapi ya itu aku tetap berpegang teguh dengan prinsipku. Bodo amat disini bukan berarti terus cuek ya, tapi harus bisa filter mana yang baik dan diambil pelajarannya, mana yang buruk dan ya udah biarin aja karena nggak penting juga buat kita,” ujar Maya yang alumnus SMA Sedes Sapientiae.

Hal yang paling penting ketika mengerjakan skripsi adalah kita taat dan ikuti arahan dosen, mau rajin bimbingan dan konsultasi, dan yang paling penting adalah sebagai peneliti benar-benar mengerti apa yang mau dikerjakan. Maya mengaku disaat masih aktif mengambil mata kuliah, dia tidak terlalu rajin banget belajar, yang penting mengerti materi dan rajin masuk kelas aja. Bukan hanya aktif di kelas, Maya juga sempat aktif berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (HMPS-IK) periode 2016/2017. (SIC)

Kategori: ,