Rasa Nyaman Yang Membuat Mantap Studi Lanjut S2
Kamis, 12 Desember 2019 | 12:42 WIB

Tak pernah terpikirkan sebelumnya oleh Nandya Putriani Sudianto menjadi wisudawan terbaik Magister Teknologi Pangan Unika Soegijapranata dalam wisuda periode III tahun 2019 ini. Wanita kelahiran Semarang yang akrab disapa Nandya ini berhasil meraih IPK 4,00 dan memperoleh predikat dengan pujian untuk studi S2 dengan topik penelitiannya yang berjudul “Identifikasi dan Kuantifikasi Polimer Mikroplastik pada Udang Vannamei dari Pasar Tradisional Kota Semarang, Indonesia”.

Ia mengaku tertarik meneliti topik tersebut karena saat ini jumlah sampah plastik yang mencemari lingkungan perairan Indonesia semakin meningkat, sehingga dapat meningkatkan risiko masuknya mikroplastik pada seafood, seperti udang salah satunya.

Meskipun saat ini mikroplastik belum terbukti dapat menganggu kesehatan manusia, mikroplastik tetap memiliki potensi sebagai kontaminan baru dalam bahan pangan yang dapat mengancam keamanan pangan. “Melalui penelitian ini, saya ingin turut berkontribusi dalam menyediakan data cemaran mikroplastik pada udang yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut untuk menghitung dugaan paparan mikroplastik ke dalam tubuh manusia melalui konsumsi udang,” terang Nandya.

Menempuh studi lanjut di FTP Unika telah ia rencanakan sejak awal kuliah S1 dengan mengikuti program fast track. “Selain itu, banyaknya dukungan baik dari teman maupun dosen selama studi S1 membuat saya sudah merasa nyaman dengan lingkungan FTP Unika. Hal inilah yang membuat saya mantap melanjutkan studi S2 di FTP Unika,” ungkapnya. Bagi Nandya, hal yang paling berkesan adalah rasa kebersamaan dan persaudaraan yang erat dengan teman dan dosen selama menjalani kuliah di FTP Unika.

Selama menyelesaikan penelitiannya, ia mengaku tak elak dari kendala yang harus dihadapi. Salah satunya adalah kegiatan di laboratorium yang seringkali tidak sesuai dengan time table yang telah dibuat. Hal ini dapat disebabkan oleh bermacam-macam kendala, seperti harus mengantre dalam pemakaian alat. Cara mengatasinya adalah dengan tetap berusaha semaksimal mungkin dan mencoba membuat time table yang lebih relevan. Selain itu, juga menjaga komunikasi yang baik dengan teman maupun dosen pembimbing. Menurut Nandya, cara mengatur waktu yang efektif dapat dilakukan dengan cara membuat list apa yang harus dilakukan dan berusaha konsisten dalam memenuhinya.

Di akhir wawancaranya ia berpesan, “Meskipun kadang yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita, tetap semangat dan terus berdoa. Karena rencana Tuhan akan indah pada waktunya dan pasti akan ada hari baik dimana kita bisa mensyukuri apa yang telah terjadi dalam hidup kita,” pungkasnya. (B.Agth)

Kategori: ,