Menjaga Lingkungan Hidup Dengan Ilmu Yang Diperoleh
Kamis, 12 Desember 2019 | 11:12 WIB

“Kesabaran dan Kesuksesan adalah kunci kesuksesan” Itulah motto hidup dari Sylviana Dewi Sulaksono, sebagai salah satu wisudawan terbaik dari Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Unika Soegijapranata dengan IPK 3,49. Wanita kelahiran 18 Juli 1997 di kota Semarang  ini menuturkan bahwa berkat motto hidup itu membuat saya bisa sampai pada titik ini.

Sylvi yang katanya mempunyai hobi wisata kuliner, suka makan.”Kadang ketika merasa bosan saya selalu mencoba untuk wisata kuliner”. Sebelumnya ia adalah lulusan dari SMA Kebon Dalem Semarang.

“Kajian Kuat Tekan Beton Ringan Menggunakan Karang, Pasir, Bahan Tambah, dan Polymer Concrete (Polcon)” adalah judul tugas akhir dari Sylvi. Ia mengungkapkan keinginannya untuk menjaga lingkungan hidup dengan ilmu yang ia peroleh. “Saya itu ingin meneliti beton. Saya  berusaha memanfaatkan limbah karang dan pasir pantai, krikil, pasir. Sebab di Indonesia limbah itu sangat banyak. Sehingga koral mengalami alternatif menjadi barang berguna untuk rumah 2 lantai bisa namun untuk bangunan tinggi masih perlu dikaji lebih lanjut”, jelasnya.

Putri dari Bapak Budiman Sulaksono dan Ibu Henny ini diam-diam ternyata sekarang nyambi ngelesi, ditambah sudah melamar di konsultan perencanaan bangunan.

Anak pertama dari 3 bersaudara tersebut juga aktif dalam berbagai kegiatan di kampus Unika. Beberapa kegiatan yang pernah ia ikuti diantaranya ada BEM, Senat, Asdos, juga ia ikut ambil bagian dalam komunitas Little Hope Semarang yang bergerak untuk mengajar anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu dan masih belajar di SD.

Memang kegiatan yang dimiliki oleh Sylvi amat banyak. Namun ia juga punya cara untuk membagi waktu untuk belajar yaitu suka lembur sampai larut malam, pernah nginep rumah teman hingga tidak pulang. “Saya selalu ketika banyak tugas mengerjakannya bersama teman-teman hingga tidak tahu waktu hingga kadang sampai larut malam dan pernah tidak pulang ke rumah”, jelasnya.

Untuk mencapai sebuah kesuksesan tentunya pasti ada hambatan yang dialami. “Hambatannya adalah ketika dosen itu terlalu disiplin yang kadang justru menghambat saya”, tuturnya.

Ia pun berpesan supaya ketika kuliah jangan disia-siakan. “ Kuliah itu susah dan sudah dibiayai kedua orang tua, mau disia-siakan?”, jawabnya. Ia juga berpesan agar setiap mahasiswa harus mau aktif di ORMAWA. “Ketika kita mau untuk aktif di Oramawa itu akan mengembangkan diri kita. Kita dapat belajar percaya diri ketika berbicara di depan umum, kita juga bisa menjalin relasi dengan orang baru yang nantinya dapat menjadi teman baru bagi kita”, pungkasnya. (AAT-AS)

Kategori: ,