Kuliah Sambil Bekerja, Bukan Menjadi Penghalang Untuk Lulus Tepat Waktu
Kamis, 12 Desember 2019 | 12:28 WIB

Passion-nya yang sejak kecil memiliki kepedulian kepada anak-anak, membawanya untuk mendalami pendidikan di jurusan yang tepat, yakni Program Studi Psikologi di Unika Soegijapranata sejak pendidikan Strata-1 (S1).

Tak hanya berhenti sampai disitu, Ervest Giselle Wallenburg pun kemudian melanjutkan Strata-2 (S2) Profesi bidang Klinis Anak sesuai dengan cita-citanya untuk menjadi Psikolog Klinis Anak. Kegigihan dan kesungguhan dalam mencapai cita-citanya pun berbuah manis, yakni Ia berhasil lulus tepat waktu dengan IPK 3,69 serta mendapatkan gelar sebagai Wisudawati Terbaik Magister Profesi Psikologi periode III Desember 2019.

Mahasiswi kelahiran Blora ini, merupakan anak pertama dari Bapak Peter Silvester Wallenburg dan Ibu Ernie Nuring Surjani. Ia pun mengungkapkan perasaannya ketika mendengar kabar gembira ini, “Ketika saya mendapatkan kabar dari tim KRONIK bahwa menjadi Wisudawan Terbaik, jujur saya kaget dan tidak menyangka sama sekali, karena sebelumnya dari teman-teman dan TU Fakultas tidak ada yang mengumumkan kabar tentang wisudawan terbaik,” ungkapnya.

Eve, begitulah sapaannya, menceritakan alasannya untuk tetap melanjutkan studi S2 di Unika Soegijapranata. “Saya sejak kuliah dijenjang S1 sudah memiliki rencana untuk melanjutkan S2, dan saya memang berniat melanjutkan studi S2 saya di Unika karena sudah kenal, sudah nyaman, bahkan saya merasa Gedung Antonius itu sudah menjadi rumah buat saya. Jadi saya tidak pernah berpikir untuk melanjutkan ke Universitas Negeri maupun Swasta lainnya,” jelas Eve.

Kepeduliannya terhadap anak-anak, membuat Eve ingin membantu kehidupan dari anak-anak yang berkebutuhan khusus menjadi lebih baik. Itulah yang mendasarinya untuk mengangkat topik Tesisnya mengenai kasus autism, karena seiring dengan berjalannya waktu, kasus autism spectrum disorder semakin meningkat. Menurut Eve, dunia anak dengan autism itu unik, dan itulah yang menggerakkan hatinya untuk mengetahui lebih jauh bagaimana kehidupan anak autism disorder, serta belajar bagaimana kemampuan bahasa dari anak autism. Sehingga Eve pun mengambil judul Tesis “Peran Ibu dalam Kemampuan Bahasa Anak dengan Autism Spectrum Disorder”.

Dalam perjalanannya menyusun Thesis, Eve tak luput dari rintangan dan hambatan, “Saya bisa membagi waktu karena jam kerja nya fleksibel, sehingga ketika tidak ada kuliah saya bisa ambil kerjaan di kantor. Namun, jadwal menjadi semakin padat ketika saya harus mulai praktek untuk mengambil data untuk Tesis saya, sehingga saya sedikit sulit untuk mengatur waktu. Biasanya pagi hari mulai jam 07.00 saya sudah di tempat praktek untuk pengambilan data saya, kemudian di siang hari di lanjut saya kerja di kantor hingga sore, barulah di malam hari bahkan hingga subuh baru saya bisa mencicil laporan praktek saya,” cerita Eve.

Di samping kesibukan karirnya, Eve juga memiliki hobi yang unik, seperti memasak, membaca, dan bikin kerajinan seperti scrapbook, kain flannel, dan lain sebagainya.

Sementara, segala macam hambatan dan rintangan dapat Eve taklukkan karena ia selalu berpegang pada motto hidup nya, “Lebih baik saya berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan apa yang saya inginkan daripada nantinya saya menyesal karena tidak pernah mencoba.” Satu prinsip yang selama ini ia selalu terapkan adalah selalu membuat skala prioritas dan fokus dengan apa yang sedang dijalani. “Saat kalian berada dalam kebimbangan dan keputusasaan, ingatlah pada skala prioritas yang sudah kalian tetapkan. Juga ketika sedang melakukan suatu pekerjaan, maksimalkan fokus kalian pada hal yang sedang kalian kerjakan, dengan begitu kalian akan dapat mudah untuk memanajemen waktu dengan baik,” jelasnya.

Tak lupa Eve juga memberikan pesan untuk adik-adik tingkat yang ingin melanjutkan S2 Profesi Psikologi, “Pikirkan matang-matang apakah dengan kuliah S2 nantinya akan menunjang karir kalian. Jika akan menunjang karir kalian, apakah kalian benar-benar memiliki niat dan dengan senang hati mengambil kuliah S2, karena S2 ini tidak mudah dan membutuhkan effort dan kerja keras. Jika tidak melakukan dengan sukacita dan rela hati jatuhnya akan lebih banyak mengeluh daripada cepat selesainya. Yang terakhir, tanyalah kepada kakak tingkat, materi apa saja yang akan diberikan di S2 dan apakah membuat kalian tertarik masuk S2, serta apakah nantinya gelar tersebut berfaedah untuk karir kalian ke depan. Dan yang terpenting adalah kalian memiliki tujuan, cita-cita, dan niat untuk melanjutkan studi S2,” pesan Eve. (Tata)

Kategori: ,