Ingin Menjadi Fashion Designer
Kamis, 12 Desember 2019 | 12:16 WIB

“Usaha tidak akan mengkhianati hasil” Itulah motto hidup dari Joe Alvina Marthalia Wijaya, sebagai salah seorang wisudawan terbaik dari Program Studi Akuntansi Unika Soegijapranata dengan IPK 3,78. Wanita kelahiran 23 Maret 1997 di kota Semarang, Jawa Tengah mengambil motto hidupnya dari pengalaman-pengalaman hidup yang telah dilaluinya selama ini.

Nana, panggilan akrabnya yang mempunyai hobi menggambar, bermain game, makan, travelling ternyata adalah lulusan SMA Theresiana 01 Semarang.

“Analisis Penerimaan Pengguna E-wallet Sebagai Sistem Pembayaran Elektronik Menggunakan Pendekatan Technology Acceptance Model ( tam )” adalah salah satu judul skripsinya. Perkembangan teknologi adalah alasan Ia membuat skripsi tersebut. “Perkembangan pembayaran elektronik di negara maju sudah berjalan seperti China terutama. Dengan adanya kemudahan pembayaran dengan bantuan e-wallet maka perputaran uang akan lebih cepat dan biaya untuk membuat uang baru bisa berkurang”, tuturnya. Tetapi masih banyak masyarakat indonesia yang tidak menggunakan e-wallet walaupun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang sudah meningkat. “Untuk itu saya tertarik untuk mengambil judul tersebut sehingga dapat memberikan informasi bagi perusahaan e-wallet,  pemerintah, dan masyarakat,” tambahnya.

Putri dari pasangan Joe Hendra Wijaya dan Liong Giok diam-diam ternyata sedang membangun sebuah usaha pribadi. “Saya masih dalam persiapan untuk membuka usaha sendiri di bidang  aksesoris,” jelasnya.

Cara yang ia lakukan adalah dengan mengimpor barang-barang yang sudah jadi maupun bahannya untuk pembuatan aksesoris. Setelah itu ia berkeinginan untuk membuat akesoris sendiri dan berharap usahanya ini  bisa menerima pesanan dari luar negeri juga dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

Anak terakhir dari 3 bersaudara tersebut juga aktif dalam berbagai kegiatan. Pada akhir 2017 lalu ia berkesempatan untuk mengikuti student exchange ke negara Taiwan serta mendapatkan beasiswa dari ACUCA untuk mengikuti kegiatan student exchange tersebut. Ia pun juga mempunyai kegiatan unik untuk mengisi sela-sela liburannya. “Selain fokus pada kuliah akuntansi, pada sela-sela liburan kuliah saya juga menerima pesanan fashion design ( membuat dress, baju dari mulai pola hingga finishing baju tersebut ),” jelasnya. Sebab ternyata sejak kecil Ia bercita-cita menjadi seorang  fashion designer.

Hobi Nana salah satunya adalah bermain game online. Kebanyakan orang berpikir bahwa game akan menghambat waktu belajar. Namun pandangan tersebut berbeda dengan pandangannya. “Sebenarnya jika ada batas waktu dan bisa menahan diri untuk berhenti bermain semua pasti bisa, selalu mulai dari diri sendiri”, tuturnya. Ia lebih fokus untuk belajar pada saat malam dan subuh. Maka untuk pembagian waktu selain malam/subuh Ia bebas melakukan apapun namun tidak membuat capai, menurunkan mood atau bahkan tidur siang. Sehingga saat malam, energi belajar masih tinggi karena moodnya baik.

Untuk mencapai sebuah kesuksesan tentunya pasti ada hambatan yang dialami. “Sewaktu SMA saya mengambil jurusan IPA dan tidak paham sedikitpun mengenai istilah akuntansi,” tuturnya.  Pada awal kuliah cukup sulit baginya untuk memahami istilah-istilah akuntansi sehingga ia kurang bersemangat. “Namun yang akhirnya membuat saya bersemangat adalah teman baiknya, serta para dosen yang juga sangat terbuka dan dapat menjawab pertanyaan dengan jelas sehingga saya lebih mudah memahami akuntansi,” pungkasnya.

Menurutnya Unika sudah menyediakan banyak fasilitas yang bisa didapatkan dan digunakan. “Maka carilah informasi sebanyak mungkin. Unika juga berkerja sama dengan beberapa universitas luar negeri terutama yang tergabung dalam ACUCA. Maka adik-adik bisa merasakan kuliah di luar negeri selama 1-2 semester. Dengan tekat yang kuat dan jangan khawatir terlebih dahulu”, tuturnya ketika ditanya tentang pesannya kepada para adik tingkat. (AAT-AS)

Kategori: ,