Ibu Seribu Peran
Selasa, 24 Desember 2019 | 4:10 WIB
OPINI Heny Hartono : Ibu Seribu Peran

Oleh Heny Hartono

Dosen Fakultas Bahasa dan Seni dan Kepala International Affairs & Cooperation Office, Unika Soegijapranata Semarang

Dari tangan seorang Ibu kita belajar mengerti arti perjuangan dan pengorbanan untuk orang yang kita kasihi. Dari hati seorang Ibu kita belajar bagaimana menyimpan segala perkara dalam hati sebab Ibu adalah tempat untuk bercerita serta menumpahka nsegala rasa.

Ibu menyimpan semuanya dalam hati dan menjadikan setiap beban dan kesedihan kita sebagai bagian dari bebannya yang tidak terkatakan.

Dari senyum seorang Ibu kita belajar untuk menghadapi segala tantangan dengan ikhlas. Senyum Ibu membuat kita merasa tenang seolah semua akan baik-baik saja dan Ibu akan mencari cara untuk mengurai permasalahan kita.

Dari doa seorang Ibu kita belajar mengerti arti dan kekuatan doa untuk orang-orang yang kita sayangi. Ibu tidak pernah lupa menyebut nama kita dalam doa-doanya. Rasanya tidak akan pernah ada kata cukup untuk belajar dari seorang Ibu.

Dari masa ke masa, seorang Ibu adalah sosok yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Sosok dan perannya tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun. Ibu adalah guru yang pertama dalam kehidupan kita walau Ibu tidak pernah sekolah Ibu.

Mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat peningkatan Tingkat Angka Partisipasi Kerja (TAPK) perempuan sebesar 0.06% di tahun 2019.

Meskipun bila dilihat dari jenis kelamin, TAPK perempuan masih lebih rendah dibanding laki-laki, terlihat bahwa seorang Ibu di masa sekarang ini sudah banyak mengambil bagian dalam partisipasi kerja dan ekonomi keluarga.

Seorang Ibu yang mengambil peran sebagai Ibu rumah tangga penuh waktu juga mempunyai peran yang sangat penting dalam dinamika keluarga. Baik sebagai Ibu rumah tangga penuh waktu maupun Ibu pekerja, seorang Ibu memainkan banyak peran.

Begitu banyaknya peran yang dimainkan seorang Ibu, tak berlebihan bila dikatakan ada seribu peran yang dapat dimainkan oleh seorang Ibu.

Dalam lingkup keluarga, seorang Ibu berperan sebagai seorang istri, seorang pengelola keuangan keluarga, seorang ibu bagi anak-anaknya, juru masak keluarga, guru les anak-anak, penasihat seisi keluarga, dan bahkan pengelola kebersihan rumah.

Bila Ibu juga mengemban tugas sosial dalam lingkungan rumahnya seperti misalnya sebagai pengurus PKK, maka Ibu juga memainkan peran yang berbeda di luar lingkup keluarga kecilnya. Peran seorang ibu semakin kompleks ketika Ibu juga aktif dalam organisasi masyarakat serta tempat bekerja.

Bagi Ibu pekerja yang harus mengambil peran sebagai seorang pemimpin di tempat kerja,mereka dituntut untuk dapat menunjukkan kompetensi dalam peran dan posisi mereka. Seorang Ibu yang notabene adalah seorang perempuan harus memainkan peran berbeda di luar organisasi keluarga kecilnya. Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa kesempatan menduduki posisi penting dalam suatu organisasi atau perusahaan lebih banyak diberikan kepada laki-laki, sebuah hasil penelitian yang dikemukakan dalam sebuah artikel di Harvard Business Review (2019) menyatakan bahwa ternyata perempuan memiliki kompetensi leadership lebih tinggi dari laki-laki.

Dilaporkan bahwa perempuan lebih unggul dari laki-laki dalam beberapa aspek kompetensi seperti dalam pengambilan inisiatif, fleksibelitas, pengembangan diri, tanggungjawab akan hasil, serta integritas dan kejujuran yang tinggi. Sementara itu, dua kompetensi yang umumnya laki-laki lebih unggul dari perempuan adalah kemampuan mengembangkan perspektif strategis serta keahlian teknis dan profesionalisme.

Hal menarik lainnya yang dapat dipelajari dari hasil penelitian yang dilaporkan dalam artikel tersebut adalah bahwa tingkat kepercayaan diri laki-laki umumnya tinggi di usia muda namun menurun di usia 60 tahun ke atas.

Sebaliknya, di awal karir, saat belum memiliki banyak pengalaman, perempuan memiliki tingkat kepercayaan diri lebih rendah dibandingkan laki-laki namun dengan semakin matang usia dan semakin banyak pengalaman, perempuan cenderung lebih menampilkan kepercayaan diri yang meningkat. Hal ini mengimplikasikan bahwa bila diberikan kesempatan, maka perempuan dapat memainkan perannya dengan baik, bahkan mampu menampilkan kompetensinya yang terbaik.

Bercermin dari apa yang telah dipaparkan di atas, Tuhan menciptakan perempuan sebagai penolong laki-laki dengan dibekali kemampuan khusus untuk memainkan berbagai peran dalam kehidupannya. Kemampuan yang diberikan Tuhan untuk perempuan bukan dimaksudkan untuk menindas laki-laki atau menggeser peran laki-laki namun untuk menyempurnakan rancanganTuhan bagi manusia.

Peran dan jasa seorang Ibu tidak hanya untuk diperingati sebagai hari Ibu namun untuk diteladani dan diapresiasi. Seorang Ibu yang bijakakan terus belajar untuk memainkan peran-peran yang dipercayakan kepadanya. Sesungguhnya, masa depan keluarga dan bangsa ini sedikit banyak ditentukan pula oleh peran seorang Ibu.

https://jateng.tribunnews.com/2019/12/21/opini-heny-hartono-ibu-seribu-peran

Kategori: , ,