Hidup Hanya Sekali Maka Buatlah Lebih Berarti
Kamis, 12 Desember 2019 | 11:23 WIB

Dari awal masuk kuliah Dimas sapaan hangat dari Dimas Arifiyan sudah aktif dalam mengikuti kegiatan kampus seperti himpunan, kepanitiaan hingga asisten dosen. Mahasiswa jurusan teknik elektro ini telah berhasil menyelesaikan kuliahnya dan berhak menyandang gelar Sarjana Teknik dengan IPK kelulusan 3,75.

Lulusan SMKN 07 Semarang yang juga anak dari Bapak Basuki ini menyusun skripsi dengan judul “Desain Kendali Tanpa Sensor Pada Motor BDLC dengan Deteksi BEMF Untuk Meningkatkan Rentang Kecepatan”. Skripsi ini dipilih karena awal mula mengikuti penelitian payung dari Prof. Dr. Ir. Slamet Riyadi ST., MT. Tujuan mengikuti penelitian payung ini sebenarnya untuk turut membantu dalam dana pembuatan alat dan pengajuan international conference.

Proses pembuatan alat ini dilalui bersama kedua temannya yang sama-sama pejuang skripsi, yaitu Wisnu Adi Nugroho dan Lidya Gita Ronauly. Singkat cerita, total waktu proses pembuatan skripsi ini kurang lebih selama 3 bulan. Dikarenakan penelitian payung dari dosen, skripsi ini diwajibkan untuk dipublikasikan di international conference yang ter-indeks IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers). https://ieeexplore.ieee.org/document/8884269

Bagi Dimas hambatan yang dirasakan selama proses penyelesaian penelitian ini yaitu pertama proses pembuatan alat itu sendiri. Alat ini dibuat harus berdasarkan landasan teori agar tidak terjadi error. Kedua adalah pengajuan makalah ke international conference yang hingga ditolak 2x. Pahit rasanya saat mengetahui makalah yang diajukan harus ditolak hingga 2x. Namun dengan dorongan semangat dan kasih sayang orang-orang disekitar membuat Dimas terus semangat dan terus melangkah maju hingga akhirnya diterima di salah satu International Conference yang ter-indeks IEEE.

Seluruh rangkaian project ini dapat terselesaikan karena dengan terus semangat, pantang menyerah tidak lupa selalu berdoa dan kerjasama tim. “Saya bersyukur menjadi bagian dari  progdi Teknik Elektro Unika karena kami disini memiliki ikatan kekeluargaan yang kuat serta saya ucapkan terimakasih kepada Prof. Dr. Ir. Slamet Riyadi ST., MT karena telah membimbing saya dan teman-teman untuk merancang alat serta mempublikasikannya ke ranah internasional,” ucap Dimas.

Sampai saat ini Dimas dengan statusnya telah menjadi wisudawan kini telah bergabung di sebuah perusahaan manufaktur elektronik di area Semarang dan sebagai supervisor. Hingga sampai di titik ini begitu panjang perjalanan yang dilalui Dimas begitu pula saat berkuliah di Unika. Banyak pengalaman menjadi ketua panitia seperti Panitia Kompetisi APHIC (Android Physics Measurement Competition) 2016, Ketua Panitia Kompetisi Robovaganza 2017, dan Ketua Panitia Kompetisi Robo Battle 1 & 2 2017. Anggota HMJTE 2016/2017, asisten dosen 2017-2019 dan kesempatan kerjasama Elektro Unika dengan SMA Krista Mitra sebagai guru eskul robotik bersama Ignatius Wisnu. Kemudian masih di tahun 2017 mendapat kesempatan untuk menjadi pemakalah di National Conference di STTNAS Yogyakarta (Sekarang ITNY) https://journal.itny.ac.id/index.php/ReTII/article/view/612

Banyak lagi perlombaan lainnya yang Dimas ikuti. Selain itu juga, Dimas berkesempatan mendapatkan Beasiswa Sandjojo tahun ajaran 2016/2017 dan Djarum Beasiswa Plus tahun ajaran 2017/2018. Hidup akan terasa singkat bila dihabiskan hanya untuk rebahan karena hidup hanya sekali, maka Dimas membuat hidup lebih berarti.

“Manfaatkanlah status mahasiswa-mu semaksimal mungkin, lihatlah kebawah sekali-kali agar kamu bisa bersyukur dengan kondisimu sekarang. Terus belajar mengembangkan dan memperbaiki diri sebelum terlambat. Jangan sampai ketika kamu sudah lulus, tapi kamu belum punya bekal yang cukup untuk bersaing di dunia kerja maupun di dunia usaha. Semangat terus!,” tegas Dimas.(lid)

Kategori: ,