Ciptakan Aplikasi Pelaporan Kerusakan Jalan atau Jembatan
Kamis, 12 Desember 2019 | 12:58 WIB

“Lakukan apa yang kamu sukai, Sukai apa yang kamu lakukan,” Itulah kalimat yang selalu menjadi pedoman bagi Stefanus Lintang Timur, salah satu wisudawan terbaik Unika Soegijapranata periode III dari program studi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) dengan Indeks Prestasi Kumulatif 3,76.

Kalimat tersebutlah yang selalu menjadi senjata baginya untuk melawan rasa malas. Melalui skripsinya yang berjudul “Sistem Informasi Geografi Pengaduan Kerusakan Jalan dan Jembatan di Kota Semarang,” membawanya lulus dengan predikat Cum Laude. Selain itu, orang tua juga menjadi pemacu semangat bagi dirinya untuk segera menyelesaikan studinya.

“Ketika skripsi dulu, yang menjadi acuan selesai karena tanggung jawab anak terhadap orang tua untuk lulus,” tutur pria kelahiran 24 Mei 1997 ini.

Alumnus SMA Negeri 3 Semarang ini menuturkan bahwa aplikasi yang dibuatnya ini merupakan sebuah aplikasi pelaporan kerusakan jalan yang memudahkan pengguna untuk melaporkan kerusakan jalan di wilayah kota Semarang. Hasil pelaporan tersebut nantinya akan langsung ditanggapi oleh pihak berwenang dalam hal ini DPU Kota Semarang.

“Sistem informasi pelaporan kerusakan jalan ini dapat digunakan oleh pengguna (masyarakat Kota Semarang) jika menemui kerusakan jalan atau jembatan di Kota Semarang dengan melakukan pelaporan melalui aplikasi mobile,” jelasnya.

Aplikasi yang dibuatnya ini memang terlihat mirip dengan aplikasi lainnya yang sudah ada seperti Qlue. Namun terdapat perbedaan yang membuat aplikasi ini terlihat unggul dan lebih modern. Perbedaan tersebut terletak pada sisi admin, nantinya pada sisi admin akan terdapat peta kota Semarang disertai titik-titik pelaporan dan grafik untuk setiap kecamatan serta terdapat fitur kategori kerusakan. Hal ini dapat mempermudah serta mempercepat perbaikan jalan yang dilakukan oleh DPU Kota Semarang.

“Perbedaan dengan aplikasi lainnya itu terletak di bagian adminnya, dimana nanti di bagian admin ada peta kota Semarang disertai dengan titik-titik pelaporan, dan grafik(chart) untuk tiap kecamatan, kategori kerusakan,” Jelas Lintang.

Selain itu, ia juga menceritakan bahwa salah satu pengalaman unik yang dialami ketika pembuatan skripsi adalah pernah diremehkan oleh dosen. Hal tersebut dipicu oleh dirinya yang sudah lama tidak bimbingan skripsi dengan dosen yang kemudian mempertanyakan mengenai niat untuk kelulusannya tersebut. Ia menantang dirinya untuk menyelesaikan skripsinya tersebut dalam waktu 2 minggu dan hal itu membuat dosen tersebut mempertanyakan kesanggupannya. Dan akhirnya dengan tantangan tersebut saya bisa membuktikan bahwa dalam 2 minggu skripsi saya selesai juga.

Lintang juga menceritakan mengenai salah satu prestasinya yang cukup memberi kontribusi untuk universitas. Prestasinya tersebut adalah pernah menemukan bug pada sistem Sintak Unika Soegijapranata. Namun ia mengatakan hal yang ia dapatkan ini bukan merupakan sebuah prestasi melainkan sebuah pengabdian iseng-iseng. Tetapi hasil kerja kerasnya ini dihargai pihak universitas dengan memberinya sertifikat penghargaan.

“Dulu pernah menemukan bug di Sintak Unika. Penghargaanya dapat sertifikat dari rektorat,” tandasnya. (YBH)

 

Kategori: ,