Unika Adakan Seminar Nasional Tentang Narkoba
Kamis, 28 November 2019 | 13:50 WIB

Brigjen Pol Dr Benny Gunawan SH MH selaku Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, saat memaparkan materinya dalam seminar

Sebuah seminar nasional yang bertopik “Pengembangan Kepribadian Untuk Milenial Sehat Tanpa Narkoba” telah diselenggarakan oleh UPT Kemahasiswaan dan Alumni (UKA) Unika Soegijapranata bekerja sama dengan Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3), pada hari Kamis (28/11), di ruang Teater Thomas Aquinas Unika.

Dalam seminar ini diundang tiga pembicara dengan latar belakang yang berbeda, yaitu Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol Dr Benny Gunawan SH MH, Dosen Psikologi Unika Soegijapranata Carolus Indra Dwi Purnama SPsi MPsi Psikolog, dan Dosen Nutrisi dan Teknologi Kuliner Unika Soegijapranata Meiliana SGz MS.

Dalam pesan sambutannya Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unika Soegijapranata Dr V Kristina Ananingsih ST MSc menyampaikan harapan agar para mahasiswa dapat menambah wawasan dan pengetahuan terkait bahaya narkoba dan tindakan pencegahannya.

“Dalam seminar nasional tentang narkoba ini juga mengundang para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, diantaranya seperti : UNNES, UIN Walisongo, AKPOL, POLIMARIN, Universitas Veteran, dan STIEPARI,” terang Dr kristina.

Dan harapannya kegiatan seperti ini tidak hanya dilangsungkan kali ini saja tetapi bisa berlanjut ke kegiatan berikutnya, sehingga para mahasiswa bisa mendapatkan manfaat bagi kehidupan serta masa depan mereka, ucapnya.

Pada pembicara pertama dalam seminar tersebut, Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol Dr Benny Gunawan SH MH memaparkan tentang bahaya narkoba.

“Narkoba yang diserang adalah otak, oleh karena itu BNN melakukan tindakan represif dan preventif. Ada juga P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) yang menjadi tugas BNN,” jelas Brigjen Benny Gunawan.

“Masyarakat jangan takut untuk melapor adanya pecandu karena akan direhabilitasi dan tidak akan dipidana, termasuk jangan takut test urine, apabila ditemukan akan direhabilitasi,” imbuhnya.

Kalau bicara  narkoba maka identik dengan generasi muda, karena apabila bicara survei penelitian kita di BNN ternyata penyalahguna narkoba itu 24 % adalah pelajar dan mahasiswa. Inilah yang sangat memprihatinkan sekali, oleh karena itu upaya-upaya yang dilakukan oleh BNN terus gencar baik di perguruan tinggi maupun sekolah-sekolah dan juga kita sedang melaksanakan kegiatan di wilayah-wilayah desa untuk mengajak tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk ikut serta dalam upaya pencegahan narkoba, terang  Brigjen Benny Gunawan.

Dalam seminar ini juga hadir memberikan testimoni sebagai mantan pengguna narkoba yang sudah pulih dan bebas dari narkoba, yaitu Alex Zulkarnain.

“Narkoba apapun bentuknya bisa menutup kesempatan untuk meraih kesempatan terbaik (achieve the best) dalam hidup si pengguna. Maka hidup mesti memiliki prioritas dan jangan biarkan narkoba itu mengganggu dan merusak prioritas hidup kita,” ungkap Alex.

Adapun pemicu yang biasanya muncul untuk menggunakan narkoba adalah karena coba-coba. Berikutnya adalah karena solidaritas dalam suatu kelompok atau komunitas, dan ini biasanya yang paling kuat dorongannya, karena menjadi syarat agar si pengguna tidak dikucilkan oleh kelompoknya, tambahnya.

Hal lain, pengguna biasanya punya banyak waktu nganggur atau tidak punya kegiatan positif, sehingga perlu bagi mahasiswa untuk mengisi waktu luang mereka dengan kegiatan-kegiatan positif supaya tidak terdorong menggunakan narkoba, tegasnya.

Sementara Dosen Psikologi Unika Soegijapranata Carolus Indra Dwi Purnama SPsi MPsi Psikolog, yang pernah mendapat penghargaan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Jateng memaparkan kerawanan para generasi milenial terhadap paparan narkoba.

“Generasi milenial yang hampir rata-rata tidak bisa lepas dari gadget bisa mengundang resiko juga terhadap penggunaan gadget, yaitu bisa untuk beli narkoba. Termasuk profil remaja itu sendiri juga banyak yang coba-coba. Prefrontal cortex-nya yang cowok-cowok ini kan baru matang pada usia 21 tahun, kalau cewek adalah 19 tahun, sehingga itu membuat mereka tidak bisa mengontrol pengendali impulsenya,”kata Indra.

Kecanduan di luar narkoba juga banyak macamnya, diantaranya yang banyak terjadi pada anak kuliah adalah urgency addiction yaitu semacam waktu belajar yang mepet dengan jadwal ujian atau menyukai meningkatnya adrenalin, merasa bisa belajar kebut semalam. Selain itu juga ada Internet gaming disorder.   

Dan yang penting pesan saya bagi orangtua jika menemukan anaknya bermasalah dengan narkoba, jangan dihakimi atau diributi, karena semakin diributi mereka akan kabur. Maka yang penting adalah listen first atau dengarkan dulu, setelah diketahui perlu diassessment apakah anaknya benar kecanduan, ataukah masih rekreasional penggunaannya, coba-coba ataukah masih regular user.

Orangtua juga diharapkan aktif main medsos supaya lebih mudah memonitor anaknya, atau orangtua tahu kondisi suasana perasaan anaknya, pesannya. (fas)

Kategori: ,