Seminar Internasional Education di Unika
Senin, 4 November 2019 | 9:01 WIB

Wawasan 31_10_2019 Unika Soegijapranata bekerja sama dengan United Board,menyelenggarakan seminar internasional dengan topik : “Innovation in Education: Opportunities and Challenges in Southeast Asia.”

“Perlunya menjembatani proses pembelajaran menggunakan teknologi pendidikan yang ada saat ini secara maksimal. Ada banyak teknologi pembelajaran atau aplikasi yang ada, tetapi permasalahannya adalah yang mana yang bisa digunakan secara maksimal atau yang mana yang bisa digunakan dengan baik untuk bisa memaksimalkan potensi siswa di tempat studinya,” papar Ketua Panitia sekaligus Wakil Rektor I Bidang Akademik Unika Soegijapranata Dra Cecilia Titiek Murniati MA Ph.D.

Dipaparkan, Unika berpartner dengan United Board sudah 10 tahun lebih, dan mereka mempunyai komitmen dalam whole person education. Mereka menganggap bahwa topik ini penting untuk diangkat, terutama di universitas-universitas di Asia Tenggara.

“kami mengundang pembicara dari beberapa negara seperti: Bangladesh, India, Hongkong, Jepang, Thailand, Vietnam, Filipina, Amerika dan Indonesia, lanjut Cecilia.

Dibahas
Sedang Presiden United Board, Dr Nancy Chapman menanggapi topik yang dibahas dalam kegiatan seminar yang diselenggarakan selama dua hari ini.

“United Board adalah NGO (Non Goverment Organization) yaitu suatu organisasi atau kelompok yang beraktifitas di luar politik, yang bekerja sama dengan sekitar 80 universitas di Asia, dan kami fokus pada pendidikan manusia seutuhnya,” jelas Nancy.

Sementara Rektor Unika Soegijapranata Prof Ridwan Sanjaya menambahkan bahwa terselenggaranya kegiatan ini, karena komunikasi yang intensif sejak 2017, antara Unika dengan United Board terkait berbagai perkembangan teknologi digital untuk pendidikan yang Unika miliki.

“Teknologi digital yang kita miliki dipandang cukup progresif, United Board yang sebelumnya menyeleng garakan kegiatan serupa di Hongkong, oleh Program Director United Board kali ini diselenggarakan di Unika Soe gijapranata. Jika ternyata baik dan bisa berlanjut, maka akan bisa menjadi bentuk kerjasama yang lebih pan jang,”paparnya.

 

►Wawasan 31 Oktober 2019 hal. 11

Kategori: