Sektor Pendidikan Harus Berubah
Jumat, 1 November 2019 | 10:11 WIB

SM 1_11_2019 Sektor Pendidikan Harus Berubah
Perguruan tinggi dituntut berubah dan menyesuaikan diri dengan masyarakat yang semakin tergantung pada teknologi. Jika pelaku bisnis menyiapkan strategi bertahan dalam persaingan, maka sektor pendidikan juga harus punya banyak rencana dalam menghadapi perubahan dan masa depannya. Teknologi telah menjadi bahasa umum bagi generasi muda dan masyarakat saat ini. Melalui pemanfaatan teknologi, batas antarnegara, organisasi, dan orang-orang menjadi tak terlihat.

"Belajar dari Nokia (telepon seluler), mantan pemimpin industri telepon, mereka ketinggalan belajar. Selain itu keting-galan perubahan sehingga Nokia pun kehilangan kesempatan untuk menjadi besar," kata Rektor Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang Prof Dr Ridwan Sanjaya MS IEC dalam konferensi internasional di gedung Thomas Aquinas, kampus Unika Soegijapranata Semarang, baru-baru ini.

Bukan saja kehilangan kesempatan menghasilkan uang besar, tapi Nokia juga melenyapkan peluang bertahan hidup. Menurut Ridwan, perkembangan teknologi menuntut perguruan tinggi berubah, salah satu caranya bisa mengintegrasikan nilai-nilai yang baik dalam bahan pengajaran. Konferensi tentang inovasi dalam pendidikan yang digelar Unika dan United Board of Christian Higher Education in Asia (UBCHEA), ini sangat relevan dengan kondisi saat ini.

Menurut dia, konferensi diikuti 120 peserta dari sembilan negara yaitu Indonesia, Hongkong, Bangladesh, India, Thailand, Filipina, Jepang, Amerika Serikat, dan Vietnam. Diharapkan, ide-ide dan peserta memberi kontribusi positif bagi pengembangan disiplin ilmu masing-masing. Konferensi dibuka Presiden UBCHEA, Dr Nancy Chapman didampingi Direktur Konten Digital dan Pemrograman United Board, Kevin Handerson.

Sementara itu, Nancy didampingi Wakil Rektor I Unika Soegijapranata Dra Cecilia Titiek Mumiati MA PhD mengatakan, UBCHEA memiliki tujuan pengembangan pendidikan manusia. Seiring perkembangan teknologi, potensi sumber daya manusia diharapkan mampu dimaksimalkan.

â–ºSuara Merdeka 1 November 2019 hal. 19

Kategori: