Prodi S-3 Arsitektur Unika Divisitasi
Jumat, 29 November 2019 | 13:21 WIB

Asesor dari Dikti, dari sebelah kiri: Prof Dr rer nat Achmad Benny Mutiara SS SKom dan Prof Dr Ir Syamsul Rizal M Eng IPU

Dalam rangka pengembangan keilmuan terutama pada bidang ilmu Arsitektur di Unika Soegijapranata, maka pada hari Jumat (29/11) telah berlangsung acara Visitasi Pembukaan Program Studi S-3 Arsitektur, bertempat di ruang 5.1 gedung Henricus Constant.

Acara yang dipandu oleh Ketua Program Studi (Prodi) Arsitektur Unika Christian Moniaga ST Mars, dihadiri oleh Asesor dari Dikti yaitu Prof Dr Ir Syamsul Rizal M Eng IPU dan Prof Dr rer nat Achmad Benny Mutiara SS SKom.

Selain 2 (dua) asesor, dari Dikti juga hadir Bapak Sefryandaru dan Ibu Armaeni. Sedangkan dari LL Dikti wilayah 6 diwakili oleh Bapak Gandung. Demikian pula dari Unika Soegijapranata sendiri hadir Rektor Unika Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC beserta Wakil Rektor, Dekan Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) Dra B Tyas Susanti MA PhD, serta para Kepala Lembaga, UPT, dan Biro di Unika Soegijapranata.

Dalam sambutannya, Prof Ridwan Sanjaya selaku Rektor Unika mengharap proses visitasi berjalan lancar, dan banyak masukan dari asesor terkait pendirian S-3 Arsitektur Unika.

“Adanya S-3 Arsitektur di Unika, menurut saya adalah suatu keharusan, karena prodi Arsitektur adalah prodi yang paling lama di universitas ini, bahkan lebih tua dari Unika Soegijapranata sendiri, “ ucapnya.

Sehingga dengan demikian kita memiliki 25 program studi termasuk prodi S-3 yang satu lagi di Unika yaitu S-3 Ilmu Lingkungan. Kami berharap dari asesor dapat memberikan masukan dan dukungan terhadap pendirian S-3 Arsitektur, imbuh Prof Ridwan.

Sedang asesor yang diwakili oleh Prof Syamsul Rizal menyatakan kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam rangka visitasi prodi S-3 Arsitektur.

“Tugas kami di sini adalah berdiskusi dan bertanya tentang proposal yang telah dibuat oleh Unika Soegijapranata. Harapannya jika tidak banyak permasalahan prodi ini bisa dibuka, oleh sebab itu penerimaan mahasiswa S-3 ini tidak bisa massal, tergantung pada promotor yang tersedia,” kata Prof Syamsul.

Karena dari promotor itulah akan dinilai berapa orang kepantasannya mahasiswa yang bisa dibimbing sehingga setiap mahasiswa memiliki potensi untuk publikasi di jurnal bereputasi internasional, karena itu memang persyaratan dari SN Dikti yang selama ini berlaku, tegasnya.

Bidang Arsitektur Digital merupakan salah satu yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo sebagai bidang pendidikan untuk masa depan yang perlu ada. Sehingga Prof Benny berharap, Arsitektur Digital yang diusulkan menjadi terobosan baru dan trend-setter bagi bidang Arsitektur di Indonesia. Kolaborasi digital di dalamnya harus menjadi disiplin baru yang bermanfaat bagi masyarakat. Pemahaman akan digitalisasi jangan sampai hanya tempelan tetapi menyatu dalam keilmuan Arsitektur. (fas)

Kategori: ,