Peringati 52 tahun Prodi Arsitektur dengan Acara Potong Tumpeng
Jumat, 1 November 2019 | 12:47 WIB

Penyerahan tumpeng dari Dekan FAD Dra B Tyas Susanti MA PhD, kepada Kaprodi Arsitektur Christian Moniaga ST Mars

Memperingati usia yang ke-52 tahun, Program Studi Arsitektur Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) Unika Soegijapranata, pada hari Jumat (1/11) bertempat di selasar gedung Henricus Contant lantai 5, telah diselenggarakan upacara syukuran berupa pemotongan tumpeng yang disaksikan oleh para dosen, mahasiswa dan tenaga pendidikan prodi Arsitektur.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Dekan  FAD Unika, Dra B Tyas Susanti MA PhD, juga Ketua Program Studi Arsitektur Christian Moniaga ST Mars serta para dosen senior prodi Arsitektur seperti yang terlihat hadir diantaranya adalah Dr Ir Rudyanto Soesilo MSA,  Ir Etty Endang Listiati MT,  AM Subakti Darmawan MBldg, dan Dr Ir VG Sri Rejeki MT.

Dalam wawancara singkat dengan Dekan FAD Unika, Tyas Susanti PhD mengemukakan rasa syukurnya dengan usia yang sudah matang yaitu 52 tahun prodi Arsitektur.

“Jika itu diumpamakan usia manusia, tentu usia 52 tahun adalah usia yang sudah sangat matang, dan perjalanan yang ditempuh oleh prodi Arsitektur dengan segala dinamikanya telah menghasilkan prestasi-prestasi yang bisa dibanggakan, salah satunya adalah pencapaian akreditasi A dengan nilai yang sangat memuaskan,” ucapnya.

Dan dengan capaian prestasi tersebut, tentu kita berharap tidak hanya sekedar mempertahankan tetapi tetap selalu berusaha untuk menjadi lebih baik ke depannya, lanjut Tyas Susanti.

“Hal lain, kita juga mendukung program-program dari universitas terkait dengan digitalisasi dalam pendidikan. Dan tentunya, dari pihak universitas pasti juga mensupport kami melalui program studi-program studi, supaya kualitas pendidikan pengajaran dan lulusan di arsitektur menjadi lebih baik lagi,” tandasnya.

Sedang Ketua Program Studi Arsitektur Christian Moniaga ST Mars, juga menyampaikan bahwa di prodi arsitektur tetap menurunkan tema dari universitas yaitu ‘Integritas Ekologis’.

“Jadi kami mendetailkan tema tersebut lewat perubahan peraturan, kemudian bentuk pembelajaran yang lebih mengarah pada hal-hal yang bersifat ekologis. Misalnya penggunaan plastik diganti dengan tumbler, area dilarang merokok diperluas, serta kesadaran untuk membuat desain arsitektur harus juga mengarah ke yang mencintai bumi seperti itu,” jelas Christian.

“Sehingga pengejawantahan dari tema tahunan universitas dan juga warna dari prodi arsitektur yaitu Pola Ilmiah Pokok (PIP) nya  eco settlement yang berkarater ekologis, dan LMB nya kita pertahankan sampai di usia 52 tahun ini,” pungkasnya. (fas)

Kategori: ,