Mahasiswa Hukum Kesehatan Angkatan 29, Desiminasikan Hasil KKL di Taiwan
Senin, 18 November 2019 | 15:15 WIB

Berfoto bersama usai acara seminar di selasar gedung Thomas Aquinas kampus Unika Soegijapranata, dengan Dekan FHK Unika Dr Marcella Elwina Simanjuntak SH Cn MHum, Kaprodi Magister Hukes Dr Y Endang Wahyati SH MH , dan Sekprodi Ign Hartyo Purwanto SH MH

Universitas Katolik Soegijapanata merupakan perguruan tinggi swasta terbaik di Provinsi Jawa Tengah versi Kemenristek-Dikti memiliki motto: “Talenta Pro Patria et Humanitate” (talenta terbaik dipersembahkan demi bangsa-negara serta kemanusiaan). Universitas ini juga memiliki jaringan kerjasama yang luas baik di dalam maupun di luar negeri. Tergabungnya Universitas Katolik Soegijapranata ke dalam jaringan universitas internasional seperti ASEACCU (Association of South East and East Asia Catholic Colleges and Universities) serta ACUCA (Association of Christian Universities and Colleges in Asia) semakin memperluas afiliasi universitas ini sehingga program-program seperti student exchange dan international conference menjadi agenda wajib di setiap semester.

Tradisi ilmiah dengan belajar di negara lain dan diakhiri dengan agenda kegiatan yang memadukan tiga konsep kegiatan sekaligus yaitu kuliah tamu, seminar KKL, dan poster display diharapkan dapat membuka cakrawala mahasiswa Magister Hukum Kesehatan Unika, terang Dr Y Endang Wahyati SH MH selaku Ketua Program Studi Magister Hukum Kesehatan

Agenda KKL (Kuliah Kerja Lapangan) yang menjadi agenda rutin yang dilaksanakan oleh Magister Hukum Kesehatan, menjadikan negara Taiwan sebagai negara kunjungan untuk mempelajari pelayanan kesehatan di negeri Dr Sun Yat Sen. Tentunya agenda ini dilanjutkan dengan agenda seminar yang diselenggarakan pada hari sabtu, 16 november dengan menghadirkan dr Darmono sebagai dosen tamu untuk berdiskusi dan berbagi pengalamannya sebagai hakim ketua  MKDKI (Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia)  Jateng di tahun 2014. Tradisi ini bertujuan memperkaya diskusi ilmiah yang dilaksanakan oleh  mahasiswa hukum kesehatan angkatan 29.

Saat berlangsungnya Seminar KKL dengan narasumber dr Darmono

dr Darmono menyampaikan bahwa siapa saja boleh mengadukan perkara ke MKDKI dengan ketentuan bahwa pelanggaran yang dilakukan oleh dokter merupakan pelanggaran disiplin dan betul-betul terjadi. Karna sifatnya MKDKI yang pasif dengan menunggu pengaduan dan aktif dalam mencari kebenaran dari aduan yang diadukan, dengan mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan yang diadukan, maka diharapkan MKDKI menjadi lembaga yang efektif dalam mengadili perkara medis, tegasnya.

“Tentunya, MKDKI merupakan wadah yang efektif dalam memeriksa pelanggaran disiplin dokter dikarenakan dalam menguji perkara yang dilakukan oleh dokter mengedepankan  Evidence-base dan mengutamakan asas hukum  lex specialis dalam proses peradilannya”, tambahnya.

Wahyu sebagai penanggung jawab kegiatan KKL dan Seminar yang diadakan Sabtu lalu mengatakan bahwa di negara Taiwan juga memiliki lembaga yang sama seperti di Indonesia untuk menyelesaikan sengketa medis lewat jalur luar pengadilan, dikarenakan negara Taiwan sangat memperhatikan sistem pelayanan kesehatan guna memberikan kepuasan bagi masyarakatnya.

Diskusi ilmiah yang berlangsung aktif memberi kesan positif bagi peserta karena  dipimpin langsung oleh moderator Triyanto Triwikromo yang merupakan salah seorang sastrawan, dosen, sekaligus redaktur pelaksana sastra sebuah harian umum di kota Semarang, yang menurut peserta memberikan roh tersendiri pada kegiatan tersebut. (Katili)

Kategori: ,