Mahasiswa FTP Unika Paparkan Paper di International Conference Bandung 2019
Jumat, 1 November 2019 | 18:15 WIB

Josephine Claretta (kiri) bersama dosen FTP Unika Dr Ch Retnaningsih, Inneke Hantoro STP MSc, dan Prof Dr Budi Widianarko yang hadir dalam Bandung International Conference 2019

Josephine Claretta, mahasiswi Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Unika Soegijapranata angkatan 2016, berkesempatan memaparkan makalahnya dalam Bandung International Conference on Food and Health (BICFH) yang dilaksanakan pada tanggal 26-28 September 2019 bertempat di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Selama tiga hari tersebut, Josephine berkesempatan memaparkan paper dari mini review jurnal yang mengangkat topik mengenai pengaruh metode pengolahan rumput laut terhadap senyawa antioksidan dalam rumput laut.

“Seperti kita ketahui, rumput laut atau seaweed mengandung senyawa antioksidan seperti polifenol di dalamnya. Akan tetapi, rumput laut tidak dikonsumsi dalam bentuk mentah melainkan melalui proses pengolahan. Untuk itu, kita ingin mengetahui bagaimana pengaruh berbagai macam metode pengolahan rumput laut terhadap kandungan dan aktivitas senyawa aktif seperti antioksidan di dalam rumput laut,” terang Josephine.

Makalah yang ia paparkan dalam international conference tersebut merupakan mini review jurnal yang ia kerjakan dalam kurun waktu persiapan sekitar dua bulan.

“Topik ini merupakan kelanjutan dari skripsi saya yang sebelumnya membahas tentang metode ekstraksi rumput laut. Review jurnal yang dipaparkan dalam international conference ini menjadi tinjauan pustaka untuk tesis saya selanjutnya,” ungkap Josephine yang juga merupakan mahasiswa program Fast Track FTP Unika Soegijapranata.

Dalam konferensi yang diikuti oleh 270 peserta dari 10 negara ini, salah satu dosen FTP Unika Soegijapranata, Inneke Hantoro STP MSc, hadir pula untuk memaparkan topik mengenai mikroplastik.

Josephine mengaku pada awalnya sempat merasa ragu-ragu untuk mengikuti international conference ini. “Awalnya aku merasa nggak siap. Aku merasa masih belum apa-apa bila dibandingkan dengan peserta lain yang kebanyakan adalah mahasiswa postgraduate. Tapi di sisi lain, aku juga merasa tertantang. Intinya, kita harus berani dan yakin. Tuhan pasti membuka jalan, dan kita sendiri juga harus mendorong diri kita untuk berani mengambil kesempatan yang ada. Take the chance, go for it. Kalau kita takut atau ragu-ragu, mungkin kita tidak akan sampai di sini. Aku percaya, setiap orang mempunyai nilai dan kemampuan dalam dirinya masing-masing. Sebenarnya kita bisa dan mampu, tinggal bagaimana kita menyadari kemampuan dan nilai yang kita miliki dalam diri kita,” ungkapnya.

Ada pengalaman menarik yang didapatkan Josephine selama mengikuti international conference ini. “Pengalaman bersosialisasi dengan para keynote speaker dan peserta dari berbagai negara dan kalangan, mulai dari akademisi hingga menteri yang menjadi keynote speaker menjadi pengalaman tersendiri bagiku. Di sana aku bersyukur bisa mendapat kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang hebat. Awalnya sempat terpikir bahwa orang-orang hebat seperti mereka akan sulit dijangkau. Namun, ternyata mereka benar-benar tebuka. Dari sini aku belajar untuk berani bersosialisasi. It is good to talk with other people. Jadi, jangan pernah merasa rendah diri karena sejatinya kita sama-sama belajar,” pungkas Josephine. (B-Agatha)

Kategori: ,