Prodi Teknik Sipil Ulas Problem Banjir dan Rob Dalam Forum Diskusinya
Selasa, 1 Oktober 2019 | 17:27 WIB

Mochamad Hisam Ashari ST selaku Kepala Seksi Pengelolaan dan Pengembangan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Semarang saat paparkan materi diskusinya

Kembali sebuah Forum Diskusi telah diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata yang mengulas tentang topik “Problematika Banjir dan Rob, Tantangan untuk mengatasinya”  pada hari Selasa (1/10) bertempat di gedung Henricus Constance ruang A61.

Acara yang diselenggarakan rutin setiap bulan ini mengundang  pembicara Mochamad Hisam Ashari ST selaku Kepala Seksi Pengelolaan dan Pengembangan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Semarang yang  juga merupakan alumni Teknik Sipil Unika Soegijapranata.

Ir Widija Suseno W MT mewakili Ketua Program Studi Teknik Sipil yang berhalangan hadir, menyampaikan pesannya tentang pelaksanaan acara forum diskusi. “Acara forum diskusi diselenggarakan setiap bulan, yang banyak mengulas topik di luar yang dibahas di perkuliahan. Harapannya dengan acara ini akan semakin memperkaya wawasan pengetahuan dan pengalaman para mahasiswa atau peserta diskusi yang hadir dari kalangan dosen dan praktisi di luar Unika Soegijapranata,” jelasnya.

Sedang dalam paparan materinya, Hisam Ashari mengawali presentasinya dengan pengenalan diri sebagai alumni dan memaparkan tentang upaya penanganan bencana banjir dan rob oleh DPU Kota Semarang.

“Permasalahan drainase di kota Semarang sebelah utara adalah penurunan tanah rata-rata 10 cm per tahun. Yang kedua adalah topografi kota Semarang yang berbukit di wilayah selatan. Ketiga adalah alih fungsi lahan, dan keempat adalah masalah sampah yang antisipasinya dengan sosialisasi ke masyarakat melalui pihak terkait di masyarakat yang berkesinambungan,” ucapnya.

“Beberapa penanganan konsep banjir kota Semarang, yaitu di wilayah hulu dan hilir agar ada saluran yang bisa mengurangi debit air dengan sistem pompa dan tanggul laut.”

“Penanganan lainnya dengan pembersihan sedimen pada saluran-saluran kecil agar tidak tertutup atau bisa menampung air lebih banyak dan memperlancar aliran air, serta dibangunnya sistem drainase yang termonitor secara teratur dan realtime yang terpantau melalui CCTV.”

Lebih lanjut Hisam juga menuturkan ada beberapa program yang dilakukan untuk penanganan bencana banjir di kota Semarang, antara lain : normalisasi sungai sekitar 12 titik di wilayah kota Semarang, pembangunan polder sungai Banger, penataan daerah aliran sungai (Das) dan bantaran sungai, pembangunan pompa wilayah timur, serta normalisasi sungai Banjir Kanal Timur.

Disamping itu harapannya sesuai himbauan Walikota Semarang, saluran sungai bisa juga dikembangkan tidak hanya untuk penanganan banjir tetapi bisa dikembangkan sebagai obyek wisata (misalnya, Bridge Fountain sungai Banjir Kanal Barat). (fas)

Kategori: ,