Ashari Normalisasi 12 Titik Sungai
Rabu, 2 Oktober 2019 | 15:31 WIB

 TRB 2_10_2019 Ashari Normalisasi 12 Titik ► Pemkot Semarang Janji Maksimalkan Penanganan Banjir
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang terus mengupayakan penanganan banjir di Kota Semarang. Di antaranya, merampungkan normalisasl 12 titik sungai dan pembangunan Polder Banger.

Kepala Seksi Pengelolaan dan Pengembangan Drainase DPU Kota Semarang Mochamad Hisam Ashari memaparkan, setidaknya di Kota Semarang ada beberapa permasalahan besar terkait drainase, yaitu tanah Semarang Utara yang turun rata-rata 10 cm per tahun.

Kemudian topograti Kota Semarang yang cenderung berbukit dl wllayah selatan. "Lalu, alih fungsi lahan tak terkendali dan masalah sampah." ungkapnya saat diskusi yang diinisiasi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata di kampus Unika, Selasa (1/10).

Dari keempat masalah drainase itu, menurutnya baru masalah sampah yang memiliki penyelesaian. Di antaranya, lewat sosialisasi secara berkesinambungan ke masyarakat.

"Sosialisasi tentang buang sampah terus dilakukan pemkot supaya kesadaran membuang sampah dl tempat sampah terus terpatri." ungkapnya.

Menurut Ashari, beberapa konsep penanganan banjir dan rob di Kota Semarang juga terus dilakukan, misalnya, pembuatan saluran di wilayah hulu hingga hilir sehingga mengurangi debit air.

‘Hal itu menggunakan sistem pompa dan juga tanggul laut.” imbuhnya.

Penanganan lainnya, urai Ashari, di antaranya, pembersihan sedimen pada saluran-saluran air di Kota Semarang agar tak tertutup. Tujuannya, kemampuan menampung air lebih maksimal dan memperlancar aliran air.

"Juga, sistem drainase yang termonitor secara teratur dan realtime yang terpantau melalui CCTV" ujar dia.

Pemkot pun telah mengonsep beberapa program penanganan banjir. Misalnya, menormalisasi 12 titik sungai, pembangunan polder Sungai Banger, penataan daerah aliran sungal (DAS) serta bantaran sungai, pembangunan pompa di Kota Semarang wilayah timur, dan normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur.

"Sesuai imbauan wali Kota Semarang, saluran sungai bisa juga dikembangkan tidak hanya untuk penangan banjir tapi sebagai obyek wisata." papamya.

Terpisah, Dosen Prod Teknik Sipil Unika Soegijapranata Ir Widija Suseno mengatakan, diskusi yang digelar mengangkat tema permasalahan dl Kota Semarang. "Sehingga, mahasiswa memillki wawasan pengetahuan dan ikut berkontribusi memperbaiki Kota Semarang," ujarnya.

 

►Tribun Semarang 2 Oktober 2019 hal. 10

Kategori: