Soft Skills Training #3 Ready to Work … again
Senin, 16 September 2019 | 14:15 WIB

Soft Skills Training Ready to Work kembali digelar. Kali ini diikuti oleh 70 lebih peserta. Peserta yang rata-rata berencana wisuda bulan Desember 2019, antusias mengikuti pelatihan ini. “Penasaran bu, dengan materinya, terutama dengan teknik wawancara dan keuangan sehat.”, begitu ungkap beberapa peserta saat ditanya alasan mereka mengikuti pelatihan ini.

Sekali lagi  tentang kerjasama – kepemimpinan , fasilitator menyajikan pula tentang bagaimana memperoleh kepercayaan agar kerjasama dan kepemimpinan dapat dilakukan dengan baik.

Salah satu game yang dapat dianalogkan adalah permainan titian hidup. Dalam game ini, satu  kelas dibagi dalam beberapa kelompok.  Dalam satu kelompok, ditunjuk satu orang menjadi pemimpin, yang akan memberikan arahan pada kelompoknya untuk dapat melalui berbagai rintangan. Sedangkan anggota kelompok akan ditutup matanya dan melakukan perintah pemimpinnya.

Apakah yang dibutuhkan dalam game ini ? Kepercayaan. Apakah kepercayaan dibutuhkan dalam setiap kegiatan di dunia kerja ?

Sesi membuat pohon tujuan diri sendiri, sangat ditekankan oleh para fasilitator. Masing-masing peserta diminta membuat goal setting dengan menggambarkan pada pohon tujuan.

Sangatlah menarik melihat pohon tujuan para peserta. Ada capaian yang mulia , seperti : membahagiakan orang tua dengan membiayai orang tua ke tempat yang sangat mereka idamkan. Adalagi capaian yang sangat menyentuh hati, yaitu  mampu menyekolahkan / meningkatkan taraf pendidikan bagi anak-anak terlantar di tempat kelahiran mereka, karena berbagai kondisi.

Dengan pohon tujuan yang mereka buat, fasilitator berharap para peserta dapat mewujudkannya dalam kurun waktu yang telah mereka tentukan sendiri. Hal ini lebih mengarahkan diri sendiri untuk dapat lebih disiplin dan fokus dengan tujuan yang akan dicapai, seperti yang tergambar pada pohon tujuan.

Antusiasme peserta kembali tergugah dengan simulasi keuangan sehat. Tiap peserta dikondisikan untuk dapat memutuskan langkah apa yang akan diambil di tiap minggu setelah gajian. Modul yang disajikan oleh fasilitator tersebut menggambarkan kegiatan sehari-hari. Peserta harus dapat mengidentifikasi biaya tetap , ataupun biaya lain yang cenderung hanya merupakan “keinginan”, bukan kebutuhan.

Pelatihan kali ini dimonitoring oleh USAID pada hari kedua oleh bu Nina dan bu Wiwien. Keduanya merupakan senior fasilitator yang memberikan pembelajaran dan masukkan yang sangat berarti. (sscc-yoel)

Kategori: