Ruang Rabu PMLP Bahas Cagar Budaya
Kamis, 5 September 2019 | 12:45 WIB

Goenawan Mohamad sebagai salah satu narasumber ruang Rabu PMLP, saat memaparkan materinya, dengan didampingi Dr Bunyamin MPd dan Donny Danardono SH MHum

“Setiap kota memang sebaiknya memiliki arena kegiatan seni yang harus dipahami bukan sebagai sesuatu yang komersial dan dengan sendirinya harus populer, tetapi bisa menyumbangkan kekayaan artistik kepada masyarakat terutama bagi kaum muda,” demikian Goenawan Mohamad selaku salah satu pembicara dalam acara Curah Pendapat dalam Diskusi Ruang Rabu yang diselenggarakan oleh Program Magister Lingkungan Perkotaan (PMLP) Unika Soegijapranata, pada Rabu (4/9).

Lebih lanjut, Goenawan juga menambahkan bahwa untuk membangun arena kegiatan seni tersebut juga dibutuhkan distribusi pusat (pemerintah) dan pengelolaan kesenian yang baik. “ Yang penting bukan hanya gedung tetapi isinya.   Dan isi itu harus punya dua unsur yaitu isi dan yang memilih isi. Yang memilih isi pun harus kurator yang bagus, artinya mengerti perkembangan dan perubahan yang terjadi serta apa pentingnya yang ditampilkan,” ucap Goenawan.

“Sedang yang mengisi adalah orang-orang yang berkecimpung di bidang seni, seperti : penari , pelukis dan sebagainya. Gedung saja tidak cukup, namun demikian tanpa gedung ya  tidak bisa,” lanjutnya.

“Kota lama bagus menurut saya, dan saya kira yang terbagus di Indonesia sekarang ini. Hanya harus disesuaikan dengan kebutuhan kesenian itu sendiri, misalnya konser Baroque Music itu akustik harus bagus, supaya mutu tetap terjaga,” katanya.

“Demikian juga ruang pameran, lighting harus bagus, panggungnya juga tidak harus luas tapi yang penting berguna dan tetap harus menjaga akustik tetap bagus. Jadi dengan kata lain banyak yang harus dikerjakan tapi tidak harus mahal. Yang penting lagi adalah adanya keikhlasan dengan kesadaran untuk apa ini semua,” ucapnya.

Goenawan yang merupakan salah satu pendiri Salihara, pelukis, budayawan dan sastrawan juga menyatakan bahwa masyarakat itu perlu kreatifitas, kebebasan, keberagaman dan untuk itu harus diberi benihnya melalui pendidikan salah satunya adalah seni, tegasnya.

Sedangkan Walikota Semarang Hendrar Prihadi SE MM yang diharapkan hadir dalam acara Curah Pendapat tetapi karena berhalangan maka mewakilkan Ketua BAPPEDA Kota Semarang untuk menjadi narasumber acara Curah Pendapat.

Dalam kesempatan tersebut Dr Bunyamin MPd selaku Ketua BAPPEDA Kota Semarang, menyampaikan perkembangan pembangunan kawasan kota lama. “Suatu hari saya pernah datang ke kawasan kota lama pada sekitar pukul setengah satu dini hari. Dan ternyata suasananya masih ramai, tetapi pengunjung hanya jalan-jalan dan kuliner saja. Dari situ ada gambaran seandainya kita tambahkan ada hal lain kan cakep banget,” terangnya.

“Seperti yang disampaikan oleh Pak Goenawan bahwa harus ada keikhlasan, karena semua tidak bisa dilihat dari ekonomi saja tetapi dari sini akan melahirkan ekonomi. Maka cagar budaya kota lama masih dalam satu kawasan yang hal tersebut jarang ditemui di kota-kota lainnya dan sangat menjanjikan untuk berkembang,” tutupnya. (fas)

Kategori: ,