Rancang Media Interaktif Yang lebih Fun
Senin, 9 September 2019 | 10:07 WIB

“Mengerjakan apa yang bisa dikerjakan sekarang” menjadi motto dari Ovelistori Benedicka yang terpilih menjadi salah seorang wisudawan terbaik periode II tahun 2019 dari prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Arsitektur dan Desain Unika Soegijapranata Semarang. Perempuan yang akrab disapa Veli ini berhasil lulus dengan IPK 3,51 dan menyandang predikat cum laude. Veli mengaku tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan terpilih menjadi salah seorang wisudawan terbaik.

Alumnus SMAN 1 Wonosobo ini mulai mengenal DKV sejak akhir kelas tiga SMA. “Aku memutuskan untuk masuk DKV itu waktu akhir kelas tiga SMA. Awalnya sih aku benar-benar gak ngerti apa-apa soal DKV. Aku hanya berpikir bahwa DKV itu prospek kerjanya ada di dunia industri kreatif yang mana belum ada banyak orang yang menjurus ke situ. Namun, makin lama aku semakin tertarik dengan DKV sendiri karena di DKV itu kita dituntut untuk berpikir kritis dalam menanggapi keadaan sekitar dan mencari solusinya.”

Mengenai skripsinya, Veli mengambil judul “Perancangan Desain Media Interaktif untuk Membantu Mengatasi Stres Pemicu Kanker Payudara pada Perempuan.” Adapun alasan mengapa perempuan kelahiran Wonosobo, 29 Desember 1996 ini mengambil tema tersebut. “Alasanku mengambil topik tersebut karena sekarang banyak perempuan yang terkena kanker payudara dan juga banyak pula orang yang tidak mengetahui bahwa stres dapat menjadi pemicu terjadinya kanker tersebut. Jadi melalui perancanganku ini, aku ingin agar orang-orang secara khusus para perempuan dapat semakin menyadari bahwa stres itu dapat menjadi pemicu kanker payudara, sehingga para perempuan mampu semakin menjaga dirinya dengan mengurangi stres.”

Dalam perancangannya ini, Veli menggunakan ilustrasi sebagai media interaktifnya. Ilustrasi tersebut dibuatnya lebih fun agar dapat mengatasi stres. Mengingat target perancangannya ini ditujukan kepada para perempuan yang masih muda, maka Veli juga tetap harus melihat media apa yang biasanya disenangi atau digunakan oleh para kaum muda perempuan.

“Aku melihat, biasanya seseorang yang mengkampanyekan atau memberitahu suatu hal mengenai kanker cenderung lebih ke sesuatu yang menakutkan. Dalam perancanganku ini aku ingin menyampaikan mengenai hal tersebut dengan cara yang lebih fun, kalem, sehingga seseorang yang menerima informasi tersebut tidak langsung ketakutan dan tidak mau membacanya. Melihat target dari perancanganku ini adalah para perempuan yang masih muda, maka aku menyampaikannya menggunakan media-media yang biasa mereka gunakan seperti lewat sosial media, atau media-media yang digunakan sekarang.”

Dalam proses pembuatan perancangannya ini, Veli mengaku bahwa hambatan yang seringkali muncul datang dari dirinya sendiri, seperti contohnya rasa malas yang kerap ia rasakan ketika hendak melanjutkan perancangannya.

Kepada mahasiswa Unika, Veli berpesan untuk terus mau belajar dan membangun relasi seluas mungkin. “Ketika kita membangun relasi seluas mungkin, kita juga bisa mengembangkan diri dan belajar banyak hal, entah itu dengan kakak tingkat atau teman-teman. Jadi kita belajar tidak hanya satu arah dalam arti terpaku hanya apa yang dikatakan dosen saja.” (CBL)

Kategori: ,