Neuropsikologi Bisa Tangani Parkinson
Jumat, 27 September 2019 | 9:24 WIB

SM 26_09_2019 Neuropsikologi Bisa Tangani Parkinson

Metode pengobatan deep brain stimulation (DBS) atau stimulasi otak dalam ilmu neuropsikologi, dinilai efektif dalam menangani penyakit saraf parkinson. Metode itu bisa membuat penderita penyakit parkinson membaik. ”Zaman terus berubah, ada beberapa alternatif stimulasi otak,dan DBS itu tidak menyakitkan,” kata ahli Neuropsikologi, Prof Dr Gilles van Luijtelaar dari Radbone University Nijmegen, Belanda, dalam seminar di Gedung Antonius 302, Unika Soegijapranata Semarang,Selasa (24/9).

Menurut Gilles, metode DBS ini lebih efektif bagi penderita penyakit parkinson pada usia 40 tahun, meski juga baik buat penderita berusia lebih tua,misalnya 70 tahun. Penderita penyakit itu biasanya tidak bisa bergerak sama sekali. Namun,dengan metode itu bisa menjadi lebih baik.

”Memang ada efek samping, tapi pasien mengatakan, itu pengorbanan setimpal. Pernah ada pasien yang beranggapan, bisa bergerak lebih berharga, sekalipun kelancaran berbicara bisa berkurang,”ungkapnya.

Seminar Neuropsikologi diikuti 28 peserta, mereka ada mahasiswa S-1, S-2 Psikologi, perawat, dosen universitas di Surakarta dan Jakarta, serta pemilik sekolah di Yogyakarta. Kegiatan yang digelar Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata itu dimoderatori Monika Windriya Satyajati. Monika, dosen Fakultas Psikologi Unika ini menjelaskan, kehadiran Gilles untuk menunjukkan bahwa neuropsikologi sangat diperlukan. Bahkan, efektif untuk terapi penderita parkinson.

Selain itu, neuropsikologi juga dinilai bagus untuk mengurangi depresi dan kecanduan games. ”Terutama parkinson sudah terbukti bisa efektif buat penderita. Profesor Gilles sudah meneliti di Belanda, bahkan negara lain seperti Arab Saudi,” ungkapnya. Kehadiran profesor ini sekaligus mendorong agar penerapan neuropsikologi bisa diterapkan di Indonesia.

►Suara Merdeka 26 September 2019 hal. 18

Kategori: